"Jadi itu juga akan membantu kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek PLTS ini."
Di sisi lain, sebuah prototipe sudah berdiri. Tepatnya di Sumenep, Jawa Timur, dengan kapasitas 1 Megawatt. Proyek percontohan dari Danantara ini nantinya akan ditinjau langsung oleh tim gabungan dari kementerian terkait. Hasil evaluasinya bakal menentukan bagaimana model ini bisa diterapkan di wilayah lain.
Tekanan dari Presiden jelas: percepat. Caranya? Dengan membuka lebar skema pendanaan. Rosan menyebutkan, Danantara diminta segera mengkaji berbagai opsi, baik dari dalam negeri maupun menggandeng swasta yang punya teknologi mumpuni di bidang panel surya dan baterai.
"Baik dari dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang punya teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar dan baterainya," pungkas Rosan.
Jadi, perjalanan panjang menuju 100 GW itu sudah dimulai. Dengan langkah bertahap dan dukungan investasi yang ada, target itu bukan lagi sekadar wacana di atas kertas.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Meluas
Imsak di Bogor Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap 7 Maret 2026
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis