Pedagang Kopi Keliling Terima Kunci Rumah dari Tangan Presiden

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:25 WIB
Pedagang Kopi Keliling Terima Kunci Rumah dari Tangan Presiden

Sabtu lalu di Serang, suasana terasa berbeda bagi Sanah Maimunah. Perempuan 37 tahun yang biasa menghabiskan hari-harinya berjualan kopi keliling itu, akhirnya memegang kunci rumahnya sendiri. Rumah itu diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara serah terima massal.

Kehidupan Sanah memang sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan gerobak kopinya. Mimpi punya rumah? Itu hal yang rasanya mustahil. Penghasilannya tak menentu, dan statusnya sebagai pekerja informal kerap jadi penghalang besar.

"Saya Sanah Maimunah pekerjaan saya sebagai pedagang kopi keliling. Sebelumnya saya tinggal bersama orang tua,"

Ucapnya usai acara akad massal KPR FLPP itu. Raut wajahnya masih terlihat tak percaya.

Baginya, semua ini seperti mimpi. Momen yang paling membekas justru saat ia bisa bersalaman dengan Presiden. "Sungguh tidak terduga ya, perasaannya sangat senang sekali bisa langsung bertemu dengan orang nomor satu di negara ini,”

Kenang Sanah tentang detik-detik itu.

Menurut Sanah, program seperti inilah yang benar-benar dibutuhkan. Bukan cuma untuk dirinya, tapi untuk banyak orang kecil lain yang nasibnya mirip. Mereka yang tak punya slip gaji bulanan, yang akses ke bank saja sulit. Program subsidi ini, dalam pandangannya, benar-benar menyentuh akar persoalan.

"Kalau menurut saya tanggapannya sangat bagus ya, karena bisa membantu orang-orang yang istilahnya tidak mempunyai (slip) gaji, kemudian bisa memiliki rumah,"

Jelasnya.

Proses pengajuannya pun lancar. Dari awal urus sampai akad, semuanya berjalan cepat tanpa kendala berarti.

Ceritanya bermula dari obrolan ringan. Seorang pelanggan setianya lah yang pertama kali memberi tahu. Ada program perumahan bersubsidi, katanya. Sanah cuma bisa menduga-duga. Ah, masa iya? Tawaran tanpa uang muka itu akhirnya ia coba, meski sempat tak yakin.

"...Ah, masa kan? Ya sudah, tanpa DP. Masa, (sempat) nggak percaya,"

Ujarnya sambil tertawa mengingat keraguannya dulu.

Kini, ia sudah punya rencana. Segera menempati rumah baru itu. Ia juga berharap kisahnya bisa jadi pemantik semangat bagi orang lain yang masih berjuang.

Ada pesan singkat yang ingin ia sampaikan. "Pesan buat Bapak Presiden, semoga program ini terus berlanjut, supaya membantu orang-orang yang belum memiliki rumah,"

Harap Sanah. Sebuah harapan sederhana dari seorang pedagang kopi, yang kini punya alamat tetap untuk pulang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar