Ustadz Adi Hidayat Peringatkan Prabowo soal Konsekuensi Akhirat Jika Khianati Rakyat

- Jumat, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB
Ustadz Adi Hidayat Peringatkan Prabowo soal Konsekuensi Akhirat Jika Khianati Rakyat

Seorang ulama memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto, langsung dikaitkan dengan konsekuensi di akhirat. Ustadz Adi Hidayat menyampaikan pernyataan yang mengejutkan publik saat menyinggung soal amanah kepemimpinan dan pengkhianatan terhadap rakyat.

"Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka," kata Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah kesempatan yang videonya kemudian viral di media sosial.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi luas. Banyak warganet yang mengaku merinding mendengar doa dan peringatan tersebut. Seorang pengguna media sosial dengan akun @bebekhermes menuliskan, "Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya." Unggahan itu juga menambahkan bahwa urusan amanah rakyat memang taruhannya langsung di akhirat.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh warganet lain, @Nsayri00. "Semoga beliau masih ingat ya, dan kalopun lupa semoga video ini sampe ke beliau bahwa UAH pernah mendoakan yang seperti itu apabila beliau berkhianat. Jujur ngeri bgt doanya," tulisnya.

Pesan yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat menekankan bobot moral dan spiritual dari jabatan publik. Dalam tradisi keagamaan, amanah kepemimpinan dianggap sebagai tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan. Peringatan semacam ini kerap muncul dalam diskursus publik sebagai pengingat akan konsekuensi berat bagi pemimpin yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat.

Video pernyataan Ustadz Adi Hidayat tersebut beredar luas dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform. Sejumlah warganet mengaku terhenyak, sebagian lainnya menganggapnya sebagai nasihat yang wajar dalam konteks mengingatkan pemimpin akan amanahnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags