Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyerahkan uang sayembara sebesar Rp250 juta kepada keluarga korban penganiayaan berinisial YTR. Dana tersebut, yang sebelumnya dijanjikan sebagai hadiah bagi siapa pun yang bisa membantu menangkap tersangka Taufik Hidayat, kini dialihkan menjadi bekal masa depan bagi korban yang mengalami penyekapan dan penganiayaan bertahun-tahun.
Dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Jumat (26/6/2026), Dedi menjelaskan alasan di balik keputusan itu. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak mungkin menerima imbalan semacam itu. “Karena yang melakukan penangkapan Polda, kan nggak mungkin polisi menerima sayembara,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dedi secara simbolis menyerahkan dana tersebut dalam bentuk buku tabungan kepada perwakilan keluarga korban. Uang itu, menurutnya, diharapkan dapat membantu kebutuhan dan masa depan YTR yang telah lama menderita akibat perlakuan tersangka. “Kita kasih ke keluarga korban untuk bekal masa depan,” katanya.
Lebih dari sekadar imbalan, Dedi menyebut sayembara itu memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap tersangka. Saat masih menjadi buronan, Taufik Hidayat disebut merasa tertekan karena seluruh perhatian publik tertuju padanya. “Sayembara itu ternyata bikin efek psikologis ke tersangka. Sehingga dia merasa semua orang memperhatikan, kebingungan, sehingga dia balik lagi ke Bandung,” jelas Dedi.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Janji Ubah Tata Kelola Pemerintahan di Hari Jadi Jabar ke-81
Dedi Mulyadi Beri Kursi VIP untuk Petani, Ojol, dan Kuli di Upacara HUT RI, Ini Alasannya
Dedi Mulyadi Kukuhkan 51 Paskibraka Jabar, Tekankan Integritas dan Kehormatan
Isyarat Said Didu soal Jaringan Solo-Bandung, Sinyal Dukungan untuk Gibran-KDM?