Dedi Mulyadi Janji Ubah Tata Kelola Pemerintahan di Hari Jadi Jabar ke-81

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:42 WIB
Dedi Mulyadi Janji Ubah Tata Kelola Pemerintahan di Hari Jadi Jabar ke-81

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk melakukan perubahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan di momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa di Halaman Gedung Sate, Bandung, Rabu (19/8/2026).

Dedi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM, menilai usia 81 tahun merupakan rentang waktu yang panjang bagi sebuah provinsi. Menurutnya, usia yang hampir setara dengan usia Indonesia seharusnya sudah membawa Jawa Barat menuju puncak kesuksesan pembangunan. Apalagi, provinsi ini memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari energi, pertanian, kelautan, geotermal, pembangkit listrik tenaga air dan surya, hingga industri manufaktur yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

"Semestinya, kita pada saat ini sudah sampai pada puncak kesuksesan tumbuhnya sebuah daerah yang otonom yang memiliki 27 kabupaten/kota yang tersebar, yang kita memiliki seluruh potensi," ujarnya.

Namun, ia menilai potensi-potensi tersebut masih perlu dikelola dengan gagasan pembangunan yang lebih relevan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. KDM menekankan pentingnya kembali ke gagasan dasar pembangunan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar warga. Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti pendidikan, kesehatan, disparitas ekonomi, dan tekanan fiskal yang menjadi tantangan Jawa Barat saat ini.

"Di usia 81 Provinsi Jawa Barat ini, izinkan saya melakukan perubahan-perubahan mendasar untuk membangun profesionalisme dan postur pemerintahan yang memiliki keberpihakan kepada masyarakat," tegasnya.

Perubahan tersebut, lanjut KDM, harus dilakukan dengan tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Ia mengakui bahwa kebijakan yang diambil pemerintahannya tidak lepas dari sorotan publik. "Untuk itu, kita memiliki spirit yang terbuka terhadap seluruh kritik dan saran dari masyarakat," katanya.

KDM juga mengingatkan bahwa pembangunan Jawa Barat saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan para gubernur sebelumnya. Ia menyebut sejumlah mantan gubernur yang telah berkontribusi besar bagi daerah ini. "Apa yang saya lakukan dan Pak Uu lakukan untuk Provinsi Jawa Barat belum ada apa-apanya dibanding dengan jasa-jasa gubernur yang terdahulu," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintahan, DPRD, bupati dan wali kota, Forkopimda, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW, untuk bersama-sama membangun Jawa Barat. Menurut KDM, saat ini Jawa Barat telah memasuki era keterbukaan, di mana setiap capaian maupun kekurangan pemerintah dapat diketahui publik dan menjadi bahan evaluasi pembangunan.

"Jawa Barat hari ini sudah memasuki era di mana kita masuk dalam abad keterbukaan, segala sesuatunya transparan, kemudian juga ada pencapaian dan ada kekurangan," ucapnya.

Momentum Hari Jadi ke-81 ini, kata KDM, menjadi kesempatan untuk memperkuat optimisme dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia yakin cita-cita pembangunan Jawa Barat tetap dapat diwujudkan meski pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan fiskal. "Yakinlah, dengan optimisme yang kita miliki, kita akan mampu mewujudkan seluruh cita-cita itu," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags