Dedi Mulyadi Beri Kursi VIP untuk Petani, Ojol, dan Kuli di Upacara HUT RI, Ini Alasannya

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Dedi Mulyadi Beri Kursi VIP untuk Petani, Ojol, dan Kuli di Upacara HUT RI, Ini Alasannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tempat khusus di area VIP kepada para petani, pengemudi ojek online (ojol), dan kuli bangunan saat upacara peringatan HUT ke-81 RI di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Langkah ini merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat yang dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.

Dalam upacara yang digelar di Pesanggrahan Pancarasa tersebut, para warga sipil itu duduk di kursi VIP di bawah saung semipermanen, sementara pejabat pemerintahan serta TNI-Polri menempati bagian depan. Dedi menyebut penempatan ini sebagai wujud terima kasih kepada mereka yang selama ini bekerja keras.

"Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf pada saat ini kita berada di luar arena tenda VIP," ujarnya. "Karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, Grab, termasuk kuli bangunan."

Dedi juga mengapresiasi para petugas kebersihan yang turut hadir. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 tukang sapu telah direkrut untuk membersihkan jalan-jalan di Jawa Barat. "Hari ini upacara juga diikuti oleh para tukang sapu yang setiap hari membersihkan seluruh areal jalan-jalan di Provinsi Jawa Barat," katanya.

Permintaan Maaf dan Target 2027

Di tengah suasana syukur, Dedi menyelipkan permohonan maaf kepada seluruh warga Jawa Barat. Ia mengakui masih banyak persoalan yang belum tuntas ditangani. "81 tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat Jawa Barat," ucapnya.

Salah satu masalah yang disorot adalah akses listrik. Saat menjabat pada 2025, Dedi menemukan lebih dari 500.000 warga belum menikmati listrik. Angka itu kini berkurang menjadi sekitar 80.000 orang, dan ia menargetkan persoalan ini tuntas pada 2027.

"Ironi itu harus kita selesaikan secara bersama, dengan upaya melakukan penataan dalam sistem keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk terarah pada aspek yang menjadi kebutuhan dasar warga," jelasnya.

Selain listrik, Dedi berkomitmen memastikan warga mendapat perlindungan kesehatan tanpa terbebani biaya. "Tidak boleh lagi ada rakyat Jawa Barat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya berhutang karena ketidakmampuan keuangan," tegasnya. "Tujuan kita adalah satu, mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur."

Sebelum upacara HUT RI, Dedi juga sempat menangis saat mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate pada Jumat (14/8/2026). Dalam amanatnya, ia berpesan, "Yang berdiri di sini adalah generasi yang akan bangkit ke depan menjadi penerus kebangsaan. Berbahagialah karena hari ini bisa menginternalisasikan nilai-nilai Merah Putih."

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags