Presiden Terpilih Kolombia Tunjuk Anak Korban Pembunuhan Pablo Escobar sebagai Calon Menteri Dalam Negeri

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:00 WIB
Presiden Terpilih Kolombia Tunjuk Anak Korban Pembunuhan Pablo Escobar sebagai Calon Menteri Dalam Negeri

Presiden terpilih Kolombia dari kubu kanan garis keras, Abelardo de la Espriella, mengumumkan calon menteri dalam negerinya pada Jumat lalu. Pilihan itu jatuh pada Rodrigo Lara, seorang mantan anggota parlemen yang ayahnya tewas dibunuh atas perintah raja narkoba Pablo Escobar pada 1984. De la Espriella sendiri baru memenangkan pemilu putaran kedua dengan selisih suara tipis, kurang dari satu persen.

Dalam unggahan di media sosial X, De la Espriella memperkenalkan Lara sebagai sosok yang tak pernah berhenti bekerja untuk tanah airnya meski telah menjadi korban kekerasan Escobar. Unggahan itu disertai video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Pengumuman ini menjadi sinyal pertama dari janji politik De la Espriella untuk bertindak tegas terhadap kejahatan setelah resmi menjabat pada Agustus mendatang.

Rodrigo Lara adalah putra dari Rodrigo Lara Bonilla, Menteri Kehakiman Kolombia yang ditembak mati di Bogota pada 1984. Pembunuhan itu diperintahkan langsung oleh Pablo Escobar, ketika kartel narkoba sedang berkonfrontasi terbuka dengan negara dalam upaya mencegah ekstradisi anggota mereka ke Amerika Serikat. Saat ayahnya tewas, Rodrigo Lara baru berusia delapan tahun. Ia dan keluarganya kemudian mengasingkan diri ke Eropa dan menghabiskan beberapa tahun di luar negeri sebelum kembali ke Kolombia.

Sebelum ditunjuk sebagai calon menteri dalam negeri, Lara pernah menjabat sebagai kepala pemberantasan korupsi di bawah mantan presiden garis keras Alvaro Uribe. Selama menjadi anggota parlemen, ia dikenal aktif mempromosikan kebijakan yang terkait dengan perjanjian damai bersejarah bersama kelompok pemberontak FARC yang kini sudah bubar. Menariknya, perjanjian damai itu justru dikritik keras oleh De la Espriella selama masa kampanye.

De la Espriella pernah menyatakan kepada AFP bahwa ia ingin membom kelompok-kelompok bersenjata di negaranya dan membangun penjara-penjara raksasa. Dalam unggahan terpisah, ia menulis bahwa pemerintahannya akan membuat kesepakatan besar tentang hal-hal mendasar yang menyatukan bangsa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags