Kolombia kembali bergejolak. Sehari setelah Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai presiden, ledakan bom mengguncang negara itu, menewaskan seorang polisi dan melukai sejumlah lainnya.
Espriella, pemimpin sayap kanan garis keras, dilantik pada Jumat di Cali, kota di barat daya Kolombia. Ia dikenal dengan janji kampanyenya untuk memerangi "narkoterorisme tanpa gencatan senjata" dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok bersenjata.
Serangan pertama terjadi pada dini hari Sabtu ketika kelompok pembangkang gerilyawan FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan sebuah gerbang tol di dekat Cali. Angkatan Darat Kolombia melaporkan dua petugas keamanan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.
Insiden lain melibatkan kelompok pemberontak di bawah komando Ivan Morodisco, komandan gerilyawan yang paling dicari di Kolombia. Mereka beroperasi di sekitar lokasi gerbang tol yang sedang dibangun di jalan raya Pan-American, tepatnya di wilayah administratif Santander de Quilichao.
Morodisco memimpin kelompok pembangkang yang memisahkan diri dari kesepakatan damai bersejarah tahun 2016 antara FARC dan pemerintah Kolombia.
Artikel Terkait
Kolombia Diguncang Bom Mobil dan Drone Usai Pelantikan Presiden Baru
Ledakan Dinamit 1956 di Cali: Tragedi Kelam yang Masih Misterius
Helikopter Jatuh di Rio, Tiga Wisatawan Kolombia Tewas
Manchester United Resmi Rekrut Cristian Orozco, Gelandang Muda Kolombia