BRILink Agen di Grobogan Ubah Kios Pupuk Jadi Pusat Layanan Keuangan Desa

- Rabu, 04 Maret 2026 | 16:35 WIB
BRILink Agen di Grobogan Ubah Kios Pupuk Jadi Pusat Layanan Keuangan Desa

Jarak ke bank terdekat dari Desa Prigi di Grobogan, Jawa Tengah, bukanlah hal sepele. Bagi warga di sini, yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, urusan tarik tunai atau sekadar mengecek saldo berarti harus merogoh kocek untuk ongkos dan menghabiskan waktu berjam-jam di jalan. Akses layanan keuangan yang terbatas itu lama menjadi tantangan sehari-hari.

Namun begitu, situasi itu mulai berubah pada 2018. Rumiatun, seorang warga yang juga menjalankan kios pupuk, memutuskan untuk mengambil peran baru. Ia menjadi BRILink Agen. Latar belakangnya sebagai pedagang membantunya membaca kebutuhan tetangga-tetangganya. Ia sadar, yang dibutuhkan warga tak cuma pupuk atau sembako, tapi juga kemudahan bertransaksi.

“Niat saya adalah supaya warga desa tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,” ujar Rumiatun.

Dari kios pupuknya itu, ia pun mengembangkan titik layanan keuangan. Kini, selain berjualan, Rumiatun melayani tarik tunai, transfer, hingga pembayaran berbagai tagihan. Kehadiran BRILink-nya seperti oase di tengah gersangnya akses perbankan. Yang paling terasa manfaatnya adalah saat pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Warga tak perlu lagi antre jauh ke kota.

“Pencairan BPNT pun tidak lagi harus dilakukan di kantor cabang, karena melalui AgenBRILink, layanan tersebut tersedia lebih dekat, lebih efisien, dan lebih praktis bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Tapi jalan yang ditempuh Rumiatun tak selalu mulus. Di awal-awal, tantangan terbesarnya justru datang dari pemahaman warga. Banyak yang belum tahu kalau transaksi perbankan bisa dilakukan di tengah desa. Bahkan, tak sedikit yang belum punya kartu ATM atau buku tabungan sama sekali. Literasi keuangan yang masih rendah jadi halangan nyata.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar