Di aula yang ramai di Cikarang, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, berbicara blak-blan. Topiknya adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah program yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Acara bertajuk 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' itu digelar Rabu lalu, dan Gus Ipul tak sungkan mengurai masalah klasik birokrasi kita: data.
Menurutnya, selama ini tiap kementerian dan lembaga seolah-olah berjalan sendiri-sendiri. Mereka punya database-nya masing-masing.
"Setiap kementerian punya data sendiri-sendiri. Kementerian Sosial gagah punya data sendiri. Bappenas gagah punya data sendiri. Kemudian nanti PLN punya sendiri, BKKBN punya sendiri," ujarnya.
Suaranya terdengar getir. "Punya data sendiri-sendiri, akhirnya daerah pusing bikin data sendiri-sendiri."
Nah, kondisi itulah yang kemudian memicu masalah lebih dalam. Gus Ipul menilai kumpulan data yang terpisah-pisah itu justru melahirkan ego sektoral yang kental. Imbasnya, penyaluran bantuan sosial pun jadi tak terkoordinasi, masing-masing pakai patokan datanya sendiri.
Artikel Terkait
Polda Bali Musnahkan Narkoba Senilai Rp20 Miliar, Selamatkan 39 Ribu Potensi Pengguna
Kolaborasi Tiga Lembaga Gelar Pelatihan Ekonomi Syariah untuk 500 Penyandang Disabilitas
OJK dan Bareskrim Geledah PT MASI Usut Dugaan Manipulasi IPO
Sistem Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Menuju Wilayah Udara Turki