Besok Kamis, Presiden Prabowo Subianto bakal menggelar buka puasa bersama. Undangannya ditujukan khusus untuk para ulama. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu kemarin.
"Itu kan biasa, Presiden mengundang tokoh-tokoh agama, ulama untuk buka puasa besok," kata Nasaruddin.
Menurutnya, yang diundang nanti adalah sejumlah tokoh kunci. Mulai dari pimpinan ormas-ormas Islam besar hingga para pengasuh pondok pesantren. "Alhamdulillah, seperti biasa. Yang diundang itu tokoh-tokoh agama, ya ormas-ormas Islam, pimpinan pondok. Semua sesuai kapasitas ruangan yang ada," ujarnya lagi.
Agenda silaturahmi ini sepertinya memang sedang digalakkan oleh Prabowo. Baru sehari sebelumnya, Selasa, Istana Merdeka sudah ramai oleh tokoh-tokoh nasional. Mantan presiden, mantan wakil presiden, hingga eks menteri luar negeri hadir dalam pertemuan itu. Pembahasannya pun berat, menyangkut konflik panas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, termasuk soal peran Indonesia di Board of Peace (BoP).
Nah, soal BoP ini sendiri sedang jadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi sudah mendesak pemerintah untuk mundur dari forum tersebut. Desakan ini muncul sebagai respons atas serangan AS dan Israel ke Iran akhir pekan lalu.
MUI mempertanyakan efektivitas BoP. Dalam tausiahnya, mereka menyoroti peran sentral Amerika di dalamnya. Apakah strategi yang diusung benar-benar untuk perdamaian yang adil, atau justru mengukuhkan ketimpangan dan mengubur harapan kemerdekaan Palestina?
Artikel Terkait
Hakim Federal Batalkan Panggilan Paksa untuk The Fed, Sebut Tuduhan ke Jerome Powell Tak Berdasar
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik
Lebaran 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Gelombang Utama Mudik Masih Menanti