Serangan Iran ke Teluk Picut Kecaman dan Perkuat Dukungan untuk AS-Israel

- Rabu, 04 Maret 2026 | 19:30 WIB
Serangan Iran ke Teluk Picut Kecaman dan Perkuat Dukungan untuk AS-Israel

Gelombang reaksi bergulir dari berbagai penjuru dunia menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sebagian besar sekutu Barat, ditambah sejumlah negara Teluk, memberikan dukungan atau setidaknya pemahaman atas aksi militer itu. Meski begitu, tingkat dukungan yang diberikan ternyata tak seragam.

Nah, sebelum masuk lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu siapa saja yang dimaksud negara-negara Teluk. Mereka adalah enam negara Arab yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC): Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Latar belakang situasi ini sendiri cukup panas. Menurut laporan, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran ke kawasan Teluk setelah operasi militer AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Sasaran serangan balasan ini meliputi UEA, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Oman. Ratusan rudal dan drone menghujani wilayah-wilayah tersebut.

Dampaknya parah. Bahrain bahkan menghadapi serangan langsung ke markas Armada Kelima AS yang ada di wilayahnya. Bandara dan hotel-hotel mewah di kawasan itu juga ikut kena. Iran sendiri lewat pernyataannya berusaha melunakkan nada, mengklaim bahwa target mereka hanyalah pangkalan militer AS, bukan negara-negara Arab sekitarnya.

Tapi klaim itu tampaknya sulit diterima. Serangan yang menjalar hingga ke infrastruktur sipil itu memicu kemarahan negara-negara Teluk. Para diplomat senior Arab menyebut langkah Iran sebagai blunder strategis yang justru mendekatkan mereka dengan Washington. Bahkan, Bahrain, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA mengeluarkan kecaman bersama. Mereka menyebut serangan Iran itu sembrono dan tak pandang bulu.

Lalu, negara mana saja yang secara terang-terangan mendukung serangan awal AS dan Israel? Berikut daftarnya.

Negara-Negara yang Mendukung Serangan

1. Inggris

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bersikap jelas. Meski negaranya tidak ikut dalam serangan ofensif awal, Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk operasi defensif.

Keputusan ini, kata Starmer, diambil untuk melindungi sekitar 300.000 warga Inggris yang berada di Timur Tengah dan membela sekutu yang jadi korban serangan Iran.

"Kami mengambil keputusan untuk menerima permintaan baru tersebut guna mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh wilayah, membunuh warga sipil tak bersalah, dan membahayakan nyawa warga Inggris," tegas Starmer.

2. Prancis

Prancis juga tak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot menyatakan kesiapan negaranya untuk berpartisipasi dalam pertahanan sekutu yang diserang. Prancis menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi, UEA, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania.

Prancis memang mengkritik ketiadaan mandat PBB dalam serangan awal AS-Israel. Namun, mereka tidak secara langsung mengecam aksi itu. Pemerintah Prancis bahkan terlihat puas dengan tewasnya Khamenei, yang mereka sebut sebagai diktator berdarah.

"Kepada teman-teman kita yang terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih, Prancis menyampaikan dukungan dan solidaritas penuhnya," ujar Barrot.

3. Arab Saudi

Riyadh dan wilayah timur Arab Saudi menjadi sasaran serangan Iran. Menanggapi hal ini, pemerintah Saudi langsung bersikap ofensif. Mereka menyatakan kesiapannya untuk membalas demi mempertahankan keamanan wilayah dan warganya.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman pun aktif menghubungi para pemimpin UEA, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania. Intinya, menegaskan solidaritas penuh dan kesiapan Arab Saudi untuk membantu dengan segala kemampuannya.

4. Uni Emirat Arab

UEA bersikap tegas. Mereka menegaskan hak penuh dan sah untuk menanggapi serangan Iran guna melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya. Pemerintah di Abu Dhabi menyatakan tidak akan mentolerir kompromi apa pun terhadap keamanan negaranya.

5. Kuwait

Negara kecil di ujung Teluk ini juga tak ketinggalan mengecam. Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan. Mereka bersikukuh memiliki hak untuk membela diri berdasarkan Piagam PBB, dengan tanggapan yang proporsional dan sesuai hukum internasional.

6. Bahrain

Bahrain, yang markas AS-nya diserang, menyebut aksi Iran sebagai ancaman serius bagi keselamatan sipil. Mereka aktif mencegat rudal yang masuk dan mendesak komunitas internasional untuk mengutuk Iran.

Pemerintah Bahrain menegaskan kembali hak sahnya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Tujuannya jelas: menjaga kedaulatan, stabilitas, dan keselamatan warganya, tentu saja dengan berkoordinasi penuh bersama sekutu dan mitra.

Itulah enam negara yang vokal mendukung serangan AS-Israel ke Iran. Situasinya masih berkembang, dan ketegangan di kawasan itu jelas belum akan mereda dalam waktu dekat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar