Gelombang reaksi bergulir dari berbagai penjuru dunia menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sebagian besar sekutu Barat, ditambah sejumlah negara Teluk, memberikan dukungan atau setidaknya pemahaman atas aksi militer itu. Meski begitu, tingkat dukungan yang diberikan ternyata tak seragam.
Nah, sebelum masuk lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu siapa saja yang dimaksud negara-negara Teluk. Mereka adalah enam negara Arab yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC): Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Latar belakang situasi ini sendiri cukup panas. Menurut laporan, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran ke kawasan Teluk setelah operasi militer AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Sasaran serangan balasan ini meliputi UEA, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Oman. Ratusan rudal dan drone menghujani wilayah-wilayah tersebut.
Dampaknya parah. Bahrain bahkan menghadapi serangan langsung ke markas Armada Kelima AS yang ada di wilayahnya. Bandara dan hotel-hotel mewah di kawasan itu juga ikut kena. Iran sendiri lewat pernyataannya berusaha melunakkan nada, mengklaim bahwa target mereka hanyalah pangkalan militer AS, bukan negara-negara Arab sekitarnya.
Tapi klaim itu tampaknya sulit diterima. Serangan yang menjalar hingga ke infrastruktur sipil itu memicu kemarahan negara-negara Teluk. Para diplomat senior Arab menyebut langkah Iran sebagai blunder strategis yang justru mendekatkan mereka dengan Washington. Bahkan, Bahrain, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA mengeluarkan kecaman bersama. Mereka menyebut serangan Iran itu sembrono dan tak pandang bulu.
Lalu, negara mana saja yang secara terang-terangan mendukung serangan awal AS dan Israel? Berikut daftarnya.
Negara-Negara yang Mendukung Serangan
1. Inggris
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bersikap jelas. Meski negaranya tidak ikut dalam serangan ofensif awal, Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk operasi defensif.
Keputusan ini, kata Starmer, diambil untuk melindungi sekitar 300.000 warga Inggris yang berada di Timur Tengah dan membela sekutu yang jadi korban serangan Iran.
"Kami mengambil keputusan untuk menerima permintaan baru tersebut guna mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh wilayah, membunuh warga sipil tak bersalah, dan membahayakan nyawa warga Inggris," tegas Starmer.
2. Prancis
Prancis juga tak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot menyatakan kesiapan negaranya untuk berpartisipasi dalam pertahanan sekutu yang diserang. Prancis menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi, UEA, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania.
Artikel Terkait
Bangka Belitung Pastikan Ternak Sehat dan Stok Aman Jelang Idulfitri
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Diserahkan ke Kedubes Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya
Mendag Andalkan Sistem Pantau Harian untuk Jaga Stok dan Harga Jelang Lebaran
Pemuda Dibawa Warga ke Polres Serang Diduga Perkosa Remaja 15 Tahun