Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima surat kepercayaan dari 17 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat pada Senin, 8 Juni 2026. Prosesi kenegaraan ini menjadi penanda dimulainya tugas resmi para kepala perwakilan diplomatik asing di Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam. Ia menjelaskan bahwa penyerahan surat kepercayaan akan digelar pada hari yang sama dengan pelantikan pejabat negara, meskipun dalam forum yang berbeda.
"Untuk efektivitas, (penyerahan surat kepercayaan oleh Dubes) kita rencanakan di hari yang sama ya (Senin, 8 Juni 2026). Kalau forum pelantikannya kan tentu berbeda," ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, pelantikan pejabat negara dan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat merupakan dua agenda yang terpisah namun tetap berlangsung dalam satu hari. Hal ini dilakukan demi efisiensi waktu dan penyelenggaraan acara kenegaraan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa proses penyerahan surat kepercayaan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan jadwal kedatangan para duta besar ke Indonesia. Sebelumnya, pada Jumat (7/11/2025), Presiden Prabowo telah menerima surat kepercayaan dari 12 duta besar LBBP negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta.
"Saat itu (November 2025) semua yang pending sudah diserahkan credential-nya. Terus setelah itu, ya dari November sampai sekarang datangnya bertahap, prosesnya juga bertahap," kata Sugiono.
Menlu memastikan bahwa hubungan diplomatik dan kerja sama dengan negara-negara sahabat tidak terganggu selama proses penjadwalan ini. Ia menegaskan bahwa urusan keprotokoleran tetap berjalan normal. Bahkan, Sugiono mengaku telah bertemu langsung dengan sebagian besar duta besar meskipun dalam suasana nonformal.
"Saya sudah ketemu dengan sebagian besar dari mereka, walaupun tidak dalam suasana yang formal. Tetapi menurut saya, dengan segala rasa hormat, kerja sama itu tetap berjalan dengan baik, hubungan dan komunikasi juga berjalan dengan baik," ujarnya.
Artikel Terkait
Produksi Minyak Nasional hingga Mei 2026 Baru 576.200 BPH, Target APBN 610.000 BPH Terancam Tak Tercapai
Wanita Hamil Ditendang Dua Preman di Deli Serdang, Janin Berusia 7 Minggu Selamat
Kebakaran Permukiman Padat di Tanah Abang Tewaskan Satu Orang, Lima Luka-Luka
Mensos Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Tetap Dikejar Meski Sudah Pensiun