"Ya komunikasinya ya komunikasi antarpimpinan ya," tambah Sugiono singkat.
Serangan yang memicu aksi diplomatis ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Media Iran melaporkan, sasaran pertama adalah lokasi di kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Di Teheran, kepulan asap terlihat membubung di langit pusat kota.
Di sisi lain, seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa operasi itu adalah aksi gabungan dengan Israel. Sementara itu, militer Israel langsung menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan warganya untuk segera mencari perlindungan. Situasinya memang tegang.
Artikel Terkait
Bupati Pekalongan Diperiksa KPK Usai OTT, Bantah Jadi Target Operasi
1,5 Juta Pengguna Tinggalkan ChatGPT Usai OpenAI Gandeng Pentagon
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman Meski RKAB Ditata
Ekonomi Australia Tumbuh 2,6% di 2025, Lebih Kuat dari Perkiraan