1,5 Juta Pengguna Tinggalkan ChatGPT Usai OpenAI Gandeng Pentagon

- Rabu, 04 Maret 2026 | 13:30 WIB
1,5 Juta Pengguna Tinggalkan ChatGPT Usai OpenAI Gandeng Pentagon

ChatGPT baru-baru ini kehilangan banyak pengguna. Jumlahnya fantastis: 1,5 juta orang memutuskan berhenti dalam waktu singkat. Gelombang hengkang massal ini dipicu oleh kabar bahwa OpenAI, sang pembuat ChatGPT, memulai kerja sama dengan Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Mereka mengizinkan model AI-nya digunakan di jaringan pemerintah yang terklasifikasi.

Forbes melaporkan hal ini Rabu lalu. Reaksinya cepat dan keras. Banyak yang protes.

Menurut situs pelacak boikot Quitgpt, angka 1,5 juta pengguna itu terkumpul kurang dari 48 jam setelah pengumuman kerja sama beredar. Cukup menggambarkan betapa besarnya kekecewaan yang melanda komunitas pengguna setia.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Pentagon mendekati perusahaan AI. Sebelumnya, mereka juga menjajaki kerja sama dengan Anthropic, sang pencipta chatbot Claude. Namun, negosiasi itu akhirnya batal. Anthropic dengan tegas menolak memberikan akses tanpa batas kepada pemerintah AS.

Keputusan tegas Anthropic itu, tentu saja, bikin geram Pentagon dan Gedung Putih. Perusahaan itu bahkan dicap sebagai "risiko rantai pasokan" yang bisa menghambat bisnisnya di masa depan.

Namun begitu, di luar gedung pemerintahan, sikap Anthropic justru dapat pujian. Banyak pengguna dan pelaku industri menghargai prinsip yang mereka pegang.

Dan mungkin ada kaitannya, pekan lalu Claude melesat ke puncak peringkat App Store. Ia berhasil menggeser posisi ChatGPT. Sebuah pertukaran posisi yang menarik diamati, di tengah hiruk-pikuk kontroversi kerja sama militer ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar