ChatGPT baru-baru ini kehilangan banyak pengguna. Jumlahnya fantastis: 1,5 juta orang memutuskan berhenti dalam waktu singkat. Gelombang hengkang massal ini dipicu oleh kabar bahwa OpenAI, sang pembuat ChatGPT, memulai kerja sama dengan Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Mereka mengizinkan model AI-nya digunakan di jaringan pemerintah yang terklasifikasi.
Forbes melaporkan hal ini Rabu lalu. Reaksinya cepat dan keras. Banyak yang protes.
Menurut situs pelacak boikot Quitgpt, angka 1,5 juta pengguna itu terkumpul kurang dari 48 jam setelah pengumuman kerja sama beredar. Cukup menggambarkan betapa besarnya kekecewaan yang melanda komunitas pengguna setia.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Pentagon mendekati perusahaan AI. Sebelumnya, mereka juga menjajaki kerja sama dengan Anthropic, sang pencipta chatbot Claude. Namun, negosiasi itu akhirnya batal. Anthropic dengan tegas menolak memberikan akses tanpa batas kepada pemerintah AS.
Artikel Terkait
Bupati Pekalongan Bantah Terlibat OTT KPK Meski Kenakan Rompi Oranye
Gubernur Pramono Anung Ancam Beri Sanksi ASN yang Langgar Aturan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu
Bupati Pekalongan Diperiksa KPK Usai OTT, Bantah Jadi Target Operasi
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman Meski RKAB Ditata