Iran pun tak tinggal diam. Sebagai balasan, mereka melancarkan serangan balik yang menargetkan aset-aset Amerika di seantero Teluk Arab. Pemerintah Iran mengonfirmasi serangan ke sejumlah lokasi, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab tempat pangkalan udara AS berdiri.
Klaim datang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Mereka menyatakan semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam. "Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak," tegas pernyataan mereka. Bahkan, semua aset AS di wilayah itu kini dianggap sebagai target sah.
Di sisi lain, pejabat Iran juga menyuarakan penyesalan atas korban jiwa. Wakil Menteri Luar Negeri Hamid Ghanbari, dalam wawancara dengan Al Jazeera, menegaskan hak Iran untuk membela diri. Ia sekaligus menyayangkan setiap kerugian kemanusiaan yang timbul dari eskalasi kali ini.
Dari Times Square hingga Minab, suasana mencekam terasa sama. Dunia menyaksikan lagi sebuah konflik yang memakan korban tak bersalah, sementara gelombang protes dan serangan balasan terus bergulir.
Artikel Terkait
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak