Nama Mochtar Riady kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, lantaran perusahaan milik keluarganya, OUE Commercial REIT, dikabarkan bakal melepas One Raffles Place sebuah gedung ikonik di jantung distrik bisnis Singapura. Rupanya, langkah ini diambil di saat permintaan investor terhadap properti komersial di negara kota itu sedang panas-panasnya.
Di usianya yang ke-96, Mochtar Riady adalah sosok yang tak asing lagi. Lahir dengan nama Lie Moe Tie di Malang, pria ini membangun bisnisnya benar-benar dari nol. Awalnya cuma membuka toko sepeda saat berusia 22 tahun. Kini, kekayaannya ditaksir mencapai USD 2,4 miliar, atau sekitar Rp 40 triliun lebih. Forbes mencatatnya di posisi ke-1.732 orang terkaya di dunia.
Dari Bank ke Kerajaan Bisnis
Perjalanan karirnya di dunia perbankan dimulai dari Bank Panin. Namun, titik baliknya terjadi tahun 1975, saat Liem Sioe Liong mengajaknya bergabung ke Bank Central Asia (BCA). Di sana, Mochtar mendapat jatah 17,5 persen saham. Ajaibnya, di bawah kendalinya, aset BCA melesat dari Rp 12,8 miliar menjadi lebih dari Rp 5 triliun saat ia hengkang pada akhir 1990-an.
Namun begitu, langkah strategisnya baru benar-benar terlihat pada 1981. Saat itu, ia membeli sebagian saham Bank Perniagaan Indonesia yang sedang terpuruk. Aset bank itu cuma Rp 16,3 miliar. Tapi dalam enam tahun, Mochtar berhasil mendongkraknya lebih dari 1.500 persen menjadi Rp 257,73 miliar. Prestasi inilah yang membuatnya dijuluki "The Magic Man of Bank Marketing". Cikal bakal Lippo Group, Lippobank, lahir setelah bank ini merger dengan Bank Umum Asia pada 1989.
Ekspansi dan Penerus
Sekarang, Lippo Group sudah punya lima pilar bisnis utama: jasa keuangan, properti, infrastruktur, industri, plus berbagai jasa lain seperti ritel, rumah sakit, hingga pendidikan. Lebih dari 50 anak perusahaan mereka tersebar di Indonesia dan Asia Pasifik, mencakup kota-kota seperti Hong Kong dan Shanghai.
Kendali bisnis keluarga ini sudah diwariskan. Putranya, Stephen Riady, mengendalikan OUE Ltd di Singapura. Sementara cucunya, John Riady lulusan Wharton MBA menjabat sebagai CEO Lippo Karawaci yang go public. Ekspansi mereka pernah sampai ke AS, lewat kepemilikan U.S. Bank Tower di Los Angeles, sebelum akhirnya dijual pada 2020.
Prospek Pasar dan Minat Investor
Kembali ke soal penjualan One Raffles Place, gedung ini memang megah. Ada menara perkantoran 62 lantai, blok 38 lantai, plus podium ritel enam lantai. Total luasnya lebih dari 65.000 meter persegi. OUE REIT punya sekitar 68 persen kepemilikan di sini, dengan nilai aset mencapai SGD 1,9 miliar per Desember 2025. Proses penjualannya ditangani oleh konsultan ternama, CBRE dan JLL.
Manajemen OUE REIT sendiri menyebut proses penjajakan minat masih berlangsung. Belum ada kepastian transaksi akan terjadi. Tapi analis melihat peluangnya besar. Minat investor institusional terhadap aset kelas A di pusat kota Singapura sangat kuat. Faktanya, volume investasi di sektor hotel, perkantoran, dan ritel Singapura melonjak 18 persen pada 2025, mencapai SGD 33,9 miliar. Angka itu yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
"Ada permintaan investor institusional yang kuat untuk aset kelas A CBD berkualitas tinggi dengan pasokan baru terbatas dan permintaan yang kokoh,"
Demikian penilaian Vijay Natarajan, analis RHB Bank di Singapura, seperti dikutip Forbes. Ia juga menyoroti penguatan dolar Singapura sebagai mata uang safe haven yang mendorong arus modal masuk.
Di sisi lain, penjualan ini sejalan dengan tren pelepasan aset properti besar-besaran di Singapura. Sebelumnya, Royal Holdings melepas klaster ruko di Orchard Road senilai SGD 250 juta. Frasers Property juga dikabarkan sedang mencari pembeli untuk blok hunian dan ritel di belakang Centrepoint mall, dengan harga sekitar SGD 418 juta.
(Muhammad Adyatma Damardjati)
(ANN)
Artikel Terkait
Rafael Benitez Buka Suara, Siap Latih Timnas Italia
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Sopir Taksi Online Rusak Mobil di Tol JORR, Diamankan Tim Resmob Polda Metro Jaya
BPIP Terbitkan Pedoman Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 untuk Seluruh Instansi