Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), David Alexander Gibbs, akan memasuki masa pensiun. Rencana ini disampaikan langsung oleh Gibbs kepada perseroan lewat sebuah pemberitahuan yang diterima manajemen pada 26 Februari 2026 lalu.
Corporate Secretary AMMN, Vemmy Febrianti, mengonfirmasi kabar tersebut melalui keterbukaan informasi ke BEI, Sabtu (28/2).
"Perseroan telah menerima pemberitahuan dari Bapak David Alexander Gibbs terkait rencana pengakhiran masa jabatan beliau selaku Direktur perseroan untuk memasuki masa pensiun," jelas Vemmy.
Lalu, apa langkah selanjutnya? Menurut Vemmy, perusahaan akan mengikuti semua aturan yang berlaku. Mulai dari POJK 33/2014, peraturan tentang RUPS, hingga Anggaran Dasar perusahaan. Intinya, keputusan akhir soal pengakhiran jabatan Gibbs ini harus lewat persetujuan pemegang saham dalam sebuah Rapat Umum.
“Mata acara terkait hal ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan tahun buku 2025 yang jadwalnya akan diinformasikan selanjutnya,” tambahnya.
Posisi Gibbs di Amman Mineral tentu tidak main-main. Pria yang diangkat menjadi Direktur pada Februari 2021 ini punya rekam jejak panjang. Pengalamannya di dunia pertambangan internasional sudah menginjak 45 tahun. Bayangkan saja, ia pernah menangani operasi tambang bawah tanah dan terbuka di berbagai penjuru, dari Afrika Selatan, Australia, hingga Papua Nugini.
Komoditas yang ia geluti juga beragam. Tembaga, emas, batu bara, sampai laterit nikel. Keahliannya merentang dari manajemen studi kelayakan, perencanaan tambang, hingga strategi peningkatan produktivitas di lapangan.
Dari sisi latar belakang pendidikan, Gibbs adalah lulusan teknik pertambangan dengan gelar BSc Honours. Ia juga memegang sejumlah sertifikasi penting, seperti Sertifikat Manajer Tambang untuk Australia Barat dan Afrika Selatan. Selain itu, ia adalah Chartered Engineer dan salah satu rekan dari The Royal School of Mines.
Di luar Amman Mineral, David Gibbs juga aktif sebagai Direktur Non-Eksekutif di Macmahon Holdings Ltd, sebuah kontraktor pertambangan yang tercatat di bursa Australia (ASX), sejak tahun 2023.
Kini, dengan rencana pensiunnya, perusahaan bersiap untuk menjalani proses transisi. Semuanya akan ditentukan dalam RUPS mendatang.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 0,82%, Sektor Keuangan Satu-satunya yang Melemah
Ancol Catat Kerugian Rp38,4 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Libur Lebaran
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Tetap Stagnan
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal Masih Kuat