Di acara buka puasa bersama di Jakarta, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, menyoroti peran aktif Indonesia di panggung diplomasi global. Menurutnya, Indonesia tak cuma berdiri di garis depan dukungan, tapi juga aktif mendorong negara-negara lain agar otoritas Palestina bisa hadir di Gaza. Intinya, Indonesia memperjuangkan agar polisi Palestina sendiri yang bisa masuk untuk menjaga warganya.
“Saya tahu Indonesia meminta negara lain agar polisi Palestina diizinkan masuk Gaza,” ujar Abdulfattah, mengutip informasi dari Antara.
“Banyak negara Arab juga mendesak Amerika Serikat untuk hal yang sama. Tujuannya jelas: melindungi dan mengurus masyarakat kami di sana.”
Acara Iftar di Kedutaan Besar Palestina, Jumat malam lalu, menjadi momen baginya untuk menegaskan keyakinan itu. Baginya, hanya bangsa Palestina sendiri didukung oleh pihak-pihak jujur seperti Indonesia yang bisa benar-benar menjaga rakyatnya.
Lalu, apa sebenarnya yang diinginkan rakyat Gaza sekarang? Abdulfattah menyebut dua hal pokok: penghentian perang segera, dan kehidupan yang bermartabat setelahnya.
“Rakyat saya membutuhkan air, obat-obatan, sekolah, dan universitas,” katanya dengan nada tegas.
“Negara mana pun bisa masuk untuk memberikan bantuan itu. Itu yang kami perlukan.”
Artikel Terkait
Jenazah Petani yang Hilang 40 Hari Ditemukan di Hutan Bukit Keciri
Kota Kertabumi Lanjutkan Fase Kedua, Jawab Permintaan Hunian Eksklusif di Koridor Whoosh
Misbakhun Ajak Anak Muda Tingkatkan Literasi Digital di Ramadan
Wamendagri Minta Gubernur Kaltim Kaji Ulang Anggaran Mobil Dinas Rp8,5 Miliar