Dubes Palestina Soroti Peran Aktif Indonesia Dorong Masuknya Polisi Palestina ke Gaza

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:20 WIB
Dubes Palestina Soroti Peran Aktif Indonesia Dorong Masuknya Polisi Palestina ke Gaza

Di acara buka puasa bersama di Jakarta, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, menyoroti peran aktif Indonesia di panggung diplomasi global. Menurutnya, Indonesia tak cuma berdiri di garis depan dukungan, tapi juga aktif mendorong negara-negara lain agar otoritas Palestina bisa hadir di Gaza. Intinya, Indonesia memperjuangkan agar polisi Palestina sendiri yang bisa masuk untuk menjaga warganya.

“Saya tahu Indonesia meminta negara lain agar polisi Palestina diizinkan masuk Gaza,” ujar Abdulfattah, mengutip informasi dari Antara.

“Banyak negara Arab juga mendesak Amerika Serikat untuk hal yang sama. Tujuannya jelas: melindungi dan mengurus masyarakat kami di sana.”

Acara Iftar di Kedutaan Besar Palestina, Jumat malam lalu, menjadi momen baginya untuk menegaskan keyakinan itu. Baginya, hanya bangsa Palestina sendiri didukung oleh pihak-pihak jujur seperti Indonesia yang bisa benar-benar menjaga rakyatnya.

Lalu, apa sebenarnya yang diinginkan rakyat Gaza sekarang? Abdulfattah menyebut dua hal pokok: penghentian perang segera, dan kehidupan yang bermartabat setelahnya.

“Rakyat saya membutuhkan air, obat-obatan, sekolah, dan universitas,” katanya dengan nada tegas.

“Negara mana pun bisa masuk untuk memberikan bantuan itu. Itu yang kami perlukan.”

Dia tak lupa mengapresiasi dukungan Indonesia, yang dinilainya sangat krusial. Dukungan itu, katanya, bukan sekadar simbolis. Tapi penyangga nyata agar rakyat Gaza bisa bertahan dan terus hidup di tanah kelahirannya.

“Kami bangga. Rakyat kami tidak bisa melanjutkan perjuangan tanpa dukungan seperti ini. Ini adalah dukungan besar untuk tetap bertahan di tanah kami,” ucapnya.

Memang kondisinya sangat buruk. Pembunuhan masih terjadi setiap hari, dan lebih dari 85 persen rumah mereka telah hancur. Tapi, masyarakat Gaza menolak untuk pergi. Mereka memilih bertahan.

Di tengah semua kesulitan itu, Abdulfattah punya pesan untuk dunia internasional. Ia mengajak semua pihak melihat tekad yang tak pernah padam.

“Lihatlah mata anak-anak kami. Kalian akan tahu bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang untuk merdeka,” serunya.

“Palestina akan merdeka. Insyaallah.”

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar