Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun

- Jumat, 17 April 2026 | 21:45 WIB
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun

Klaten, Jawa Tengah – Setelah teronggok rusak dan tak terpakai selama lebih dari satu dekade, sebuah jembatan peninggalan Belanda di Desa Kranggan akhirnya hidup kembali. Revitalisasi lewat program Jembatan Garuda berhasil mengembalikan fungsi vitalnya bagi warga sekitar.

Jembatan gantung itu kini kembali menghubungkan Desa Kranggan di Kecamatan Polanharjo dengan Desa Leles di Manisrenggo. Akses ini juga menjadi pintu menuju Daerah Istimewa Yogyakarta. Bayangkan, selama 13 tahun warga harus memutar jauh sekitar 2 kilometer hanya untuk mencapai desa sebelah. "Kami selama 13 tahun menunggu," ucap Kepala Desa Kranggan, Arjito, dengan nada lega.

Arjito tak menyembunyikan antusiasmenya. Ia menekankan betapa krusialnya jalur ini untuk mobilitas sehari-hari.

"Harapannya digunakan warga masyarakat, kaitannya dengan jalur penghubung antara Desa Kranggan dan Leses. Dan juga nanti ke Yogyakarta. Ini kan jalan yang sangat vital sekali untuk Desa Kranggan dan Desa Leses," katanya saat ditemui di lokasi pada Sabtu, 11 April 2026.

Lantas, bagaimana prosesnya hingga jembatan tua itu bisa dibenahi? Ceritanya berawal dari kewaspadaan aparat teritorial setempat. Anggota Babinsa Desa Kranggan, Sersan Kepala Ali, yang pertama kali mendata kondisi jembatan yang sudah mangkrak itu.

"Di wilayah saya ada jembatan peninggalan Belanda, terus pada waktu pemakaiannya kurang lebih sudah 13 tahun tidak dipakai. Alhamdulillah kami data, kami laporkan ke Stapter Kodim, Alhamdulillah di-acc untuk pembuatan Jembatan Gantung Garuda Perintis," jelas Ali.

Menurutnya, dampaknya tak main-main. Jembatan ini bukan cuma sekadar penghubung dua desa, tapi juga memperlancar konektivitas yang lebih luas, antar kota bahkan provinsi.

Ali juga menyampaikan rasa terima kasihnya. "Sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan Jembatan Gantung Garuda Perintis di wilayah binaan saya. Semoga dengan dibangunnya Jembatan Gantung Garuda Perintis, bermanfaat bagi warga binaan saya," katanya.

Kini, dengan selesainya pekerjaan revitalisasi, aktivitas warga pelan-pelan kembali normal. Jembatan itu tak lagi jadi kenangan usang, melainkan jalur hidup untuk urusan sehari-hari dan distribusi kebutuhan. Sebuah solusi nyata yang akhirnya tiba setelah penantian panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar