Insanul Fahmi Akui Pisah Rumah dengan Inara Rusli, Fokus Rujuk dengan Istri Pertama

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:30 WIB
Insanul Fahmi Akui Pisah Rumah dengan Inara Rusli, Fokus Rujuk dengan Istri Pertama

Kisah rumah tangga Insanul Fahmi semakin berliku. Di tengah gugatan cerai dari istri pertamanya, Wardatina Mawa, sorotan publik kini beralih ke nasib pernikahan sirinya dengan Inara Rusli. Apa kabar mereka sekarang?

Insanul akhirnya angkat bicara. Ia mengakui hubungannya dengan Inara memang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, situasi itu berujung pada keputusan untuk pisah rumah.

“Iya, sudah lama juga (pisah rumah). Inara itu di apartemen, kalau Insanul di Depok, di rumah Abinya atau rumah orang tuanya,”

Demikian penjelasan Tommy Tri Yunanto, kuasa hukum Insanul, kepada media pada Jumat lalu. Tommy menambahkan, keputusan tinggal terpisah ini diambil seiring memanasnya konflik poligami yang ramai diperbincangkan.

Menurut sejumlah sumber, mereka sudah tidak tinggal satu atap sejak persoalan ini mencuat ke permukaan. Kabarnya, keretakan itu makin menjadi-jadi setelah hubungan Insanul dengan Mawa memanas.

Namun begitu, ada satu hal yang ditegaskan Insanul. Secara hukum agama, ia belum menjatuhkan talak kepada Inara. Ini sekaligus membantah kabar yang beredar sebelumnya, bahwa ia menceraikan Inara demi rujuk dengan Mawa.

“Untuk saat ini belum ada sih soal talak-menalak, ke semua pihak belum ada. Tapi memang saat ini kita masing-masing dulu,” ujar Insanul.

Kalimat “masing-masing dulu” itu terdengar seperti jeda. Sebuah waktu untuk menenangkan pikiran, mengevaluasi semua yang telah terjadi, sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Prioritas Rujuk dengan Mawa Demi Anak

Di sisi lain, Insanul tak menampik bahwa fokusnya kini lebih condong ke arah Mawa. Alasannya jelas: sang anak, Afnan. Keberadaan buah hatinya itu menjadi pertimbangan utama baginya untuk berusaha memperbaiki hubungan dengan istri pertama.

“Saya ingin yang paling prioritas duduk dulu sama masing-masing pihak. Saya pengen bertanya apakah masih bisa menjalankan visi dan goals yang sama. Tapi kalau memang tidak bisa, ya tidak ada yang saya paksakan,” ungkapnya.

Ia menggambarkan kondisinya saat ini sudah carut-marut. Sulit baginya untuk memberi kepastian tentang masa depan dengan Inara. Rencananya, ia akan berbicara dari hati ke hati dengan kedua perempuan tersebut secara terpisah.

“Aku nggak tahu ke depannya gimana baiknya. Yang jelas, aku coba adil dengan memberikan pertanyaan yang sama kepada keduanya nanti,” pungkasnya.

Semuanya masih menggantung. Menunggu percakapan yang jujur, dan keputusan yang barangkali tak mudah bagi siapa pun.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar