Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) mengumumkan penambahan kuota beasiswa tahun ajaran 2026/2027 menjadi 339 paket, dari rencana awal 200 paket. Langkah ini diambil untuk mencegah mahasiswa dari keluarga prasejahtera putus kuliah di tengah tingginya pendaftar.
Pengumuman daftar penerima beasiswa dilakukan pada Sabtu (25/7/2026). Ketua YAPI Andi Irman mengatakan, dari sekitar 700 pendaftar, mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera. "Sulit bagi kami untuk tidak memberikan mereka beasiswa. Sebab, ada kemungkinan besar mereka akan mundur atau terpaksa mengambil cuti kuliah jika tidak mendapatkan bantuan ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Rincian beasiswa yang disalurkan meliputi 185 paket Beasiswa Leader Mandiri untuk mahasiswa baru angkatan 63, 60 paket Beasiswa Prestatif untuk semester 3-6, 27 paket Beasiswa Aktivis, dan 67 paket Beasiswa Khusus untuk mahasiswa tingkat akhir semester 7-8. Daftar lengkap nama penerima dapat diakses melalui akun Instagram @yapiipb.id.
Kejar Target Dana Rp 1 Miliar
Penambahan kuota ini memaksa YAPI bergerak cepat mencari tambahan dana. Andi mengakui dana untuk menutupi seluruh kebutuhan 339 paket beasiswa belum sepenuhnya tersedia. YAPI pun membuka peluang bagi masyarakat, alumni, dan perusahaan untuk berkontribusi.
"Untuk memenuhi komitmen ini, kami masih membutuhkan sekitar 200 orang tua asuh dengan donasi masing-masing Rp 5 juta, atau total kebutuhan sekitar Rp 1 miliar," papar Andi. Pihaknya menargetkan dana terkumpul dalam satu bulan ke depan. Bersama Wakil Ketua YAPI Nelly Oswini dan Sekretaris Fia Sufianti, pengurus akan menggencarkan penggalangan dana melalui CSR perusahaan dan kegiatan fundraising lainnya. "Kami memohon bantuan dan dukungan dari berbagai pihak," ujarnya.
Artikel Terkait
Nagita Slavina Siapkan Beasiswa dan Uang Tunai untuk Pemenang Kompetisi Basket Pelajar
Curhat Mahasiswa Penjual Mochi, Mentan Amran Beri Modal hingga Beasiswa
Rektor PTN Usulkan Tambahan Beasiswa dan Dana Riset ke Prabowo
Pemerintah Kaji Penambahan Anggaran Beasiswa Mahasiswa, Masih dalam Tahap Pembahasan Informal