Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penambahan anggaran program beasiswa bagi mahasiswa. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, pembahasan itu masih berlangsung, meskipun belum menjadi agenda utama dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para rektor dan akademisi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6) lalu.
“Secara spesifik belum ke arah sana, tapi kalau pembicaraan secara informal memang salah satu yang terus juga dibahas kami, saya dengan Mendikti, tidak hanya dengan Mendikti ya, dengan Dikdasmen,” kata Prasetyo kepada wartawan.
Ia menegaskan, dalam sesi pertemuan dengan Presiden belum ada pembahasan detail mengenai tambahan anggaran beasiswa. Namun, isu ini terus didiskusikan pemerintah bersama kementerian terkait. Prasetyo menjelaskan, pembahasan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo yang sebelumnya telah menambah anggaran untuk kegiatan penelitian.
Menurut Prasetyo, tambahan anggaran untuk penelitian kini telah diatur bersama oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini diambil agar setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Termasuk tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di mana Bapak Presiden memberikan tambahan anggaran untuk penelitian,” ujarnya.
Pemerintah berharap, berbagai program pendidikan tinggi mencakup penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. “Ini sudah diatur sedemikian rupa oleh Menteri Dikti kemudian bersama dengan Bappenas, kemudian bersama dengan BRIN bahwa sekarang penelitian-penelitian betul-betul diarahkan untuk sesuatu yang diharapkan memberikan dampak,” tandas Prasetyo.
Artikel Terkait
Pelaku Pencurian Handphone di Palmerah Diamankan Usai Dikejar Korban
Polda Sulsel Gelar Dialog Bersama AGRA Bulukumba untuk Cegah Konflik Agraria di Kawasan Tahura
SPMKI Desak Ombudsman Usut Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja BLUD dan RSUD di Jakarta
MUI Imbau Orang Tua Waspadai Kampanye LGBT yang Dinilai Semakin Halus