Menteri Lingkungan Hidup Sampaikan Salam Presiden Prabowo ke Raja Charles di London

- Jumat, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Sampaikan Salam Presiden Prabowo ke Raja Charles di London

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Raja Inggris Charles III dalam pertemuan di Istana St. James, London, awal pekan ini. Momen tersebut terjadi di sela-sela acara London Climate Action Week (LCAW) 2026, tepatnya dalam agenda Super-pollutant High-level Reception yang digelar pada Selasa (24/6/2026).

"Yang Mulia, saya menyampaikan salam paling hangat dari Presiden Prabowo Subianto," ujar Jumhur sembari bersalaman dengan Raja Charles. Mendengar salam itu, Raja Charles langsung menunjukkan ekspresi gembira. Ia pun memberikan pujian terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilainya serius dalam menyejahterakan rakyat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. "Presiden Prabowo itu baik dan sedang berusaha keras menyejahterakan bangsa juga dengan memelihara keanekaragaman hayati di Indonesia," kata Raja Charles penuh apresiasi.

Jumhur merupakan salah satu menteri yang mendapat undangan khusus untuk hadir dalam forum iklim bergengsi tersebut. Pertemuan eksklusif dengan Raja Charles III menjadi ajang bagi Indonesia untuk menegaskan komitmen nyata dalam perlindungan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Dalam kesempatan itu, Jumhur juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Raja Charles selama ini terhadap upaya Indonesia di bidang lingkungan hidup.

London Climate Action Week berlangsung pada 22–26 Juni 2026 dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai latar belakang: pemerintah, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, peneliti, hingga anggota parlemen dari berbagai negara. Mereka berdiskusi untuk mencari solusi konkret menghadapi krisis iklim yang kian mendesak. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari identifikasi sumber pencemar terbesar bumi, transisi energi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati. Indonesia memegang peran strategis dalam diskusi ini sebagai negara megabiodiversitas terbesar di dunia, dengan kekayaan hayati darat dan laut yang luar biasa.

Presiden Prabowo dan Raja Charles III memiliki kesamaan visi yang kuat dalam pelestarian lingkungan. Hubungan kedua pemimpin ini telah terjalin baik, didasari oleh komitmen bersama untuk melindungi bumi dari kerusakan lingkungan.

Kepedulian Raja Charles terhadap hutan Indonesia bukanlah hal baru. Pada tahun 2008, saat masih bergelar Pangeran, ia pernah mengunjungi langsung kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan di Jambi. Dalam kunjungan yang merupakan bagian dari misi lingkungan hidup itu, ia melihat langsung proyek pelestarian hutan hujan tropis dan tidak segan menyoroti persoalan pembalakan liar yang terjadi di kawasan tersebut. Pengalaman itu menunjukkan bahwa Raja Charles tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi benar-benar memahami tantangan nyata yang dihadapi negara tropis seperti Indonesia.

Kehadiran Menteri Jumhur di LCAW 2026 bukanlah kebetulan. Ia termasuk dalam sedikit menteri lingkungan hidup di dunia yang diundang khusus untuk menghadiri Super-pollutant High-level Reception, sebuah acara eksklusif yang mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh lingkungan global, dan pembuat kebijakan iklim terkemuka. Dalam forum tersebut, Jumhur berdialog tentang berbagai penyebab super polutan, termasuk emisi gas metana dan karbon hitam dari energi fosil. Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Menteri Lingkungan Hidup Inggris Mary Creagh, Menteri Energi dan Iklim Inggris Ed Miliband, serta Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Pertemuan ini menegaskan bahwa Indonesia diperhitungkan di panggung global dalam isu lingkungan hidup. Presiden Prabowo dan jajarannya, termasuk Menteri Jumhur, tidak hanya menyuarakan komitmen iklim, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk melindungi hutan, laut, dan keanekaragaman hayati. Setiap keputusan yang diambil pemerintah dalam menjaga lingkungan adalah investasi untuk masa depan anak cucu. Bumi yang sehat adalah bumi yang mampu memberikan kehidupan yang layak bagi semua.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags