Iran Tetapkan Gencatan Senjata di Lebanon sebagai Syarat Negosiasi Nuklir dengan AS

- Jumat, 19 Juni 2026 | 20:45 WIB
Iran Tetapkan Gencatan Senjata di Lebanon sebagai Syarat Negosiasi Nuklir dengan AS

Iran menetapkan syarat tegas bagi Amerika Serikat: negosiasi mengenai program nuklir tidak akan dilanjutkan sebelum Israel menghentikan seluruh serangan di Lebanon. Sikap ini diambil Teheran setelah rencana pertemuan bilateral dengan AS di Swiss ditunda tanpa batas waktu, tepat pada Jumat, 19 Juni 2026. Penundaan tersebut, menurut sumber diplomatik, dipicu oleh operasi militer Israel yang dinilai Iran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

Seorang diplomat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Iran meminta jaminan konkret agar pertempuran di Lebanon segera diakhiri. “Pihak Iran meminta jaminan bahwa pertempuran di Lebanon segera berakhir, seperti yang tercantum dalam kesepakatan yang telah ditandatangani,” ujarnya kepada CNN. Permintaan ini menjadi prasyarat utama sebelum kedua negara kembali duduk bersama membahas isu nuklir.

Sebelumnya, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman pada Rabu pekan lalu. Dokumen tersebut mengatur penghentian pertempuran selama 60 hari sebagai jeda untuk melanjutkan negosiasi nuklir. Kesepakatan itu juga secara khusus mencakup konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon, yang menjadi salah satu poin krusial dalam perundingan.

Sementara itu, upaya mediasi terus berlangsung. “Para mediator saat ini sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata diplomat yang sama. Di sisi lain, Amerika Serikat telah menekan Israel untuk mematuhi isi kesepakatan dengan Iran. Namun, langkah Washington ini mendapat kritik tajam dari sejumlah pihak di Tel Aviv yang menilai sikap tersebut terlalu lunak terhadap Teheran.

Konflik regional ini bermula ketika AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada Februari lalu. Pertempuran kemudian meluas ke Lebanon setelah Hizbullah memutuskan bergabung dengan Teheran untuk melawan kedua negara tersebut. Eskalasi ini menjadikan Lebanon sebagai medan pertempuran baru yang memperumit upaya diplomasi antara Iran dan AS.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar