Curhat Mahasiswa Penjual Mochi, Mentan Amran Beri Modal hingga Beasiswa

- Kamis, 16 Juli 2026 | 03:00 WIB
Curhat Mahasiswa Penjual Mochi, Mentan Amran Beri Modal hingga Beasiswa

Kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), berubah menjadi dialog hangat yang penuh kejutan. Berbagai aspirasi mahasiswa direspons langsung, mulai dari bantuan biaya kuliah hingga penindakan distributor pupuk nakal.

Suasana haru terjadi saat seorang mahasiswa mengeluhkan kenaikan harga tepung ketan dan menceritakan perjuangannya membiayai kuliah dengan berjualan mochi keliling kampus. Bermodal Rp50 ribu per hari, ia mengaku keuntungannya dipakai untuk biaya hidup dan UKT.

Mendengar kisah itu, Mentan Amran langsung memberikan apresiasi. "Kamu pengusaha? Sambil kuliah? Saya bangga dengan prosesmu. Kamu berjuang, Nak. Jangan mundur. Yang paling sulit itu berproses karena hinaan datang dari mana-mana," ujarnya.

Tak hanya motivasi, Mentan Amran memberikan modal usaha Rp5 juta dari dana pribadi dan menyiapkan beasiswa hingga mahasiswa tersebut lulus. "Pak Direktur (PTPN), kasih beasiswa sampai selesai. Kalau tidak bisa karena regulasi, langsung ke yayasan saya. Tapi Nak jangan berhenti menjual. Jangan malu. Yang malu adalah kalau makan uang haram. Yang malu adalah mengambil haknya orang lain," pesannya. Mahasiswa itu pun tak kuasa menahan air mata dan dipeluk Mentan Amran.

Dialog berlanjut ketika mahasiswa lain menyerahkan buku karyanya. Mentan Amran mengaku bangga. "Ini luar biasa. Anak muda sudah menghasilkan karya. Kami peduli pada generasi muda karena yang akan mengantar Republik Indonesia menjadi negara superpower adalah mereka. Kita hanya menyiapkan karpet merah," katanya. Ia meminta buku itu diterbitkan dan dibagikan sebagai inspirasi.

Mentan Amran juga menerima laporan soal dugaan kenaikan harga pupuk di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Ia langsung memerintahkan Kapolda Sumatera Utara mengecek. "Cek. Cabut izinnya, kami tanggung jawab. Maaf (distributor) Sidikalang, tamat riwayatmu sebagai distributor," ancamnya. Menurutnya, pemerintah tidak memberi ruang bagi pihak yang merugikan petani. Kementerian Pertanian telah mencabut lebih dari 2.000 izin kios dan distributor pupuk yang melanggar.

Usai dialog, Mentan Amran mengaku terkesan dengan karakter mahasiswa USU yang kritis, kreatif, dan berdaya juang. "Anaknya cerdas-cerdas, kritis, tapi kritikannya konstruktif. Yang menarik tadi, sudah buat buku, masih mahasiswa. Yang kedua, ada yang tidak meminta uang kepada orang tuanya, tetapi berjuang sendiri mencari biaya untuk UKT. Kami bangga, kami sangat bangga," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan kepada mahasiswa USU terdampak banjir November 2025 serta bantuan pertanian, sebagai bentuk kepedulian agar mereka tetap semangat meraih cita-cita.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags