Timnas Argentina bersiap menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (15/7/2026), dengan membawa cerita unik di balik layar. Bek Argentina, Lisandro Martinez, mengungkapkan ritual membakar kayu palo santo yang telah menjadi tradisi sejak Piala Dunia 2022, tepatnya setelah kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi.
"Tolong, carikan saya palo santo dan dupa, kita harus membersihkan energi," ujar Martinez, mengisahkan awal mula ritual tersebut. Asap pembakaran itu memenuhi koridor tempat menginap mereka, memicu kepanikan rekan setim yang kebingungan. "Apa yang terjadi di sini?" tanya para pemain lain, lalu mengetuk pintu kamarnya. Martinez menjelaskan bahwa ia dan Cristian Romero sedang melakukan pembersihan energi negatif untuk tim.
Setelah kemenangan atas Swiss di perempat final, Martinez juga meluapkan rasa sayang kepada rekan-rekan lini pertahanannya, Romero dan Nahuel Molina. "Saya memanfaatkan momen ini untuk memberi tahu kalian bahwa kalian adalah saudara saya dan saya mencintai kalian," katanya. Pemain Manchester United itu mengaku puas dengan solidnya pertahanan tim. "Hari ini kami menjalaninya dengan sangat baik, kami tampil aman. Di semua duel kami sangat solid. Saya sangat senang berbagi lapangan dengan mereka, mereka adalah saudara saya," tuturnya. Ia pun mengingatkan untuk tetap menikmati setiap momen.
Cristian Romero mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama. "Sudah lebih dari sepuluh tahun kami hidup bersama melewati banyak hal. Kami adalah saudara dari ibu yang berbeda. Ini sudah Piala Dunia kedua kami, bahkan bersama-sama, dan kami bertiga memiliki kisah yang sangat mirip," ujarnya. Sementara itu, Nahuel Molina langsung mengalihkan fokus pada laga melawan Inggris. "Pertandingan melawan Inggris akan menjadi kegilaan, tidak hanya karena semifinal. Itu akan menjadi pertempuran. Merupakan suatu kehormatan untuk berbagi momen ini bersama mereka dan seluruh skuad," katanya.
Gelandang Rodrigo De Paul memberikan pernyataan emosional mengenai kekasihnya, Tini Stoessel, yang selalu setia mendukung. "Dia adalah wanita hebat dan pasangan yang luar biasa. Dia selalu ada di sana, dia menderita lebih dari saya," ungkap De Paul, yang tampak menahan air mata. "Saya tidak bisa berbicara banyak tentang dia karena saya menjadi sangat emosional," akunya. Mengenai laga semifinal, ia menegaskan kesiapan tim. "Tinggal satu langkah kecil tersisa dan, apa pun yang terjadi, kami akan mengosongkan diri kami agar hal itu terjadi lagi," tegasnya.
Dari kubu lawan, manajer Inggris Thomas Tuchel menjelaskan tiga perubahan penting dalam susunan pemain, termasuk memainkan Reece James. "Mereka adalah spesialis dan mereka layak bermain, Reece tahu bagaimana bermain di tingkat tertinggi, dia tidak menunjukkan kegugupan," ujar Tuchel. Ia juga memasukkan Djed Spence untuk menambah daya gedor. "Kami menginginkan kelincahan dan kecepatan Djed dan kami ingin melibatkan para bek sayap," tambahnya. Keputusan memainkan Morgan Rogers di sayap kanan didasarkan pada insting setelah penampilannya gemilang dalam latihan. "Karena itu adalah firasat, firasat dari para pelatih, saya merasa dia memiliki sesuatu yang istimewa untuk diberikan hari ini," jelas Tuchel.
Artikel Terkait
Argentina Balas Gol Inggris di Menit Akhir, Lolos ke Babak Berikutnya
Argentina Balikkan Keadaan, Kalahkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026
Nicolas Otamendi Jadi Andalan Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Babak Pertama Inggris vs Argentina Berakhir Imbang 0-0, Pertahanan Ketat Dominasi Laga