Sebanyak 506 pembalap dari berbagai daerah bertanding dalam Open Drag Bike Akpol 1990 Dhira Brata Cup Championship 2026 yang digelar di Lapangan Eks Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur, pada akhir pekan lalu. Ajang ini memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan mempertandingkan 32 kelas balap, mulai dari kelas utama, supporting, Sunmori Open, hingga kelas lokal dan Harley.
Wakapolri Komjen Pol Prof Dedi Prasetyo, yang juga Ketua Ikatan Alumni Akpol 1990 Dhira Brata, dalam sambutan virtual menekankan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi otomotif. Menurutnya, acara ini menjadi sarana strategis untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas, terutama bagi generasi muda.
"Acara ini tidak hanya menjadi wadah inovatif untuk menguji kemampuan dan memperkuat kolaborasi otomotif nasional, namun juga berperan strategis dalam mengedukasi masyarakat serta generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dan mewujudkan budaya berkendara yang aman di Indonesia," ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Dedi menegaskan bahwa semangat balap harus disalurkan di lintasan resmi, bukan di jalan raya. Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship dihadirkan sebagai wadah yang aman, terukur, dan sesuai standar keselamatan, sehingga generasi muda memiliki ruang untuk menyalurkan hobi tanpa balap liar.
"Generasi muda diharapkan memperoleh sarana yang tepat untuk menyalurkan hobi dan adrenalin berkendara secara positif, tanpa melalui aksi balap liar di jalan umum yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," lanjutnya.
Pembukaan acara dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Komjen Pol (Purn) MH Ritonga, Irjen Pol (Purn) Iman Prijantoro, Irjen Pol (Purn) Mashudi, Brigjen Pol (Purn) Rudi Hartono, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir Seno Aji, Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusuma, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, dan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendry Umar.
Artikel Terkait
Wakapolri Pimpin Penyambutan 282 Perwira Remaja Akpol, Ingatkan soal Integritas dan Adaptasi Teknologi
Baby Sitter di Samarinda Curi Perhiasan Majikan Rp300 Juta, Pelaku Sudah 3 Tahun Bekerja
Pengamatan di Mal Samarinda: Ramai tapi Kantong Ketat, Kopi Satu Gelas untuk Nongkrong Berjam-jam
Wakapolri Minta Capaja Polri Tak Gengsi Belajar dari Anggota Lapangan