Mayat pria yang tinggal tulang belulang itu akhirnya bisa dikenali. Identitasnya terungkap setelah petugas berkoordinasi dengan warga sekitar. Dia adalah Kushadi, seorang petani berusia 37 tahun dari Dusun Ledok Kepor.
Jenazahnya ditemukan di kawasan hutan Bukit Keciri, tepatnya di Blok Bukit Guntur Loreng. Lokasinya cukup terpencil, masuk wilayah Dusun Wonokoyo, Desa Ngadirejo. Penemuan terjadi Kamis sore, sekitar pukul empat setengah, oleh petugas TNBTS yang sedang patroli rutin.
Menurut keluarganya, Kushadi sudah pergi dari rumah sejak sekitar 40 hari lalu. Dia pamit, bilang mau cari kerja. Tapi setelah itu, tak ada kabar lagi. Keluarganya menunggu, tapi yang pulang justru kabar buruk.
Kapolsek Tutur, AKP Budi Luhur Sedjati, memberikan penjelasan.
"Keterangan dari keluarganya, korban keluar rumah sejak sekira 40 hari yang lalu dan terlihat depresi karena masalah ekonomi dan keluarga," ujarnya.
"Korban pamit hendak mencari pekerjaan di daerah Ngadas, Malang. Diduga korban tersesat di hutan," lanjut Budi.
Dari pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisinya yang sudah menjadi kerangka membuat penyelidikan memang tak mudah. Namun, polisi punya dugaan kuat.
"Dugaannya karena kecapaian jalan kaki. Tujuannya mencari kerja tetapi tersesat," kata Budi.
Jadi, begitulah kisahnya. Seorang pria pergi dengan harapan menemukan pekerjaan, namun malah menemui ajal di tengah hutan yang gelap. Dia tersesat, kelelahan, dan akhirnya tak mampu lagi melawan dinginnya malam di Bukit Keciri. Keluarganya kini hanya bisa berpasrah, setelah menanti hampir satu setengah bulan lamanya.
Artikel Terkait
Luka, Makan, Cinta Tayang di Netflix 2026, Kisahkan Persaingan Sengit di Dapur Restoran
Puluhan Guru dan Pelajar di Blora Rugi Miliaran Rupiah Akibat Investasi Bodong Snapboost
Petugas Damkar Korban Begal Apresiasi Polres Jakpus Tangkap 5 Pelaku
PLN Icon Plus Dukung Kelancaran Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado