Lagi-lagi, drama akuisisi di Hollywood memanas. Warner Bros Discovery mengumumkan pada Selasa (24/2/2026) bahwa mereka kini sedang mempertimbangkan tawaran revisi dari Paramount Skydance. Rincian nilainya ditutup rapat, tapi langkah ini jelas jadi babak baru dalam pertarungan memperebutkan studio legendaris itu.
Ini upaya terakhir Paramount, pemilik CBS, untuk menyelamatkan situasi. Mereka berusaha mati-matian menggagalkan Netflix yang sebelumnya sudah di depan mata. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan pembicaraan, tawaran baru Paramount ini lebih tinggi dari penawaran awal mereka yang bernilai USD30 per saham tunai, atau sekitar USD108,4 miliar jika utang Warner Bros ikut ditanggung.
Semua ini terjadi setelah pembicaraan intens selama seminggu. Tujuannya, mengatasi poin-poin yang membuat Warner Bros induk dari HBO sempat menolak tawaran Paramount sebelumnya. Alih-alih, mereka memilih tawaran Netflix senilai USD27,75 per saham, atau USD82,7 miliar khusus untuk studio dan aset streaming-nya.
Namun begitu, Warner Bros tampaknya masih berusaha menjaga posisi. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan, "Perjanjian merger dengan Netflix tetap berlaku. Dewan kami juga terus merekomendasikan dukungan untuk transaksi itu."
Netflix dan Paramount sendiri memilih diam, belum memberikan tanggapan atas perkembangan terbaru ini. Di pasar, saham ketiga perusahaan itu bergerak naik tipis, antara 0,4 hingga 0,8 persen dalam perdagangan pra-pasar.
Kalau Warner Bros akhirnya menilai tawaran Paramount lebih menggiurkan, Netflix punya waktu empat hari untuk membalas. Aturan itu tercantum dalam perjanjian yang mereka tanda tangani Desember lalu. Perang penawaran ini bukan cuma soal angka, tapi akan mengubah peta kekuasaan Hollywood. Siapa pun yang menang, akan menguasai studio impian beserta perpustakaannya yang luar biasa mulai dari "Game of Thrones", "Harry Potter", sampai jagat DC Comics.
Artikel Terkait
Indonesia dan AS Sepakati Kerja Sama Semikonduktor Senilai Rp 76 Triliun
Debut Dion Markx di Liga 1, Hodak Uji Fleksibilitas Bek Muda Persib
Lamborghini Batal Luncurkan SUV Listrik Lanzador, Beralih ke Hybrid
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi