Di sisi lain, Netflix punya cadangan uang tunai yang besar. Mereka bisa saja menaikkan tawaran. Argumen mereka, kesepakatan mereka lebih bernilai bagi investor karena rencana pemisahan aset kabel Warner Bros sebelum akuisisi. Paramount justru punya pandangan berbeda. Mereka yang menawarkan untuk membeli Warner Bros secara utuh termasuk aset TV-nya menganggap aset kabel itu hampir tak bernilai.
Pemilik CBS ini, yang dipimpin CEO David Ellison, juga merasa punya peluang persetujuan regulasi yang lebih mulus. Mereka mengandalkan kedekatan dengan pemerintahan Trump. Untuk menarik hati investor Warner Bros, Paramount bahkan berani menanggung denda USD2,8 miliar yang harus dibayar ke Netflix jika kesepakatan batal. Mereka juga menawarkan tambahan tunai sekitar USD650 juta per kuartal jika proses akuisisi molor setelah tahun ini.
Tekanan dari investor aktivis rupanya berpengaruh. Mereka yang membangun kepemilikan saham sekitar USD200 juta di Warner Bros mengkritik dewan direksi. Tuduhannya, perusahaan gagal melakukan negosiasi yang serius dengan Paramount. Mereka juga menilai kesepakatan dengan Netflix kurang menguntungkan dan terlalu mengandalkan rencana pemisahan yang belum pasti.
“Kalau Warner Bros tetap menolak berdiskusi kembali dengan Paramount, kami akan menolak kesepakatan Netflix,” begitu ancaman mereka. Analis dari MoffettNathanson berpendapat, tawaran Paramount sekitar USD34 per saham bisa mengakhiri perang penawaran ini. Sekaligus menghindari debat panjang soal nilai Discovery Global, yang menurut perkiraan Warner Bros sendiri bisa dihargai antara USD1,33 hingga USD6,86 per saham.
Para pemegang saham Warner Bros rencananya akan mengadakan voting untuk kesepakatan Netflix pada 20 Maret 2026 mendatang. Pertanyaannya sekarang, apakah tawaran baru Paramount ini cukup untuk mengubah jalannya sejarah?
Artikel Terkait
Indonesia dan AS Sepakati Kerja Sama Semikonduktor Senilai Rp 76 Triliun
Debut Dion Markx di Liga 1, Hodak Uji Fleksibilitas Bek Muda Persib
Lamborghini Batal Luncurkan SUV Listrik Lanzador, Beralih ke Hybrid
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi