Di tengah riuh konferensi pers APBN KITA Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyentil sebuah isu yang sedang hangat. Soalnya, seorang alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, viral karena unggahan videonya. Dalam video itu, Dwi memamerkan anak keduanya yang mendapat paspor Inggris, sambil berkomentar bahwa cukup dirinya saja yang berkewarganegaraan Indonesia. "Anak-anakku jangan," katanya.
Purbaya tampaknya tak sepakat. Bahkan, ia menyebut pandangan skeptis seperti itu sebagai sebuah kekeliruan. Dengan nada yakin, ia memproyeksikan masa depan Indonesia justru akan jauh lebih kuat dan membanggakan dalam dua dekade ke depan.
"Teman-teman mungkin sudah bosan ya, kalau kita lihat kondisi global," ujar Purbaya di sela-sela paparannya.
Lalu ia melanjutkan, "Tapi nggak apa-apa, ini ada yang bagus nih. Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia."
Menurutnya, sikap itu akan berbalik jadi penyesalan. "Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget," ungkap dia tegas.
Artikel Terkait
BRI dan Pegadaian Luncurkan Fitur Cicil Emas Mulai 0,5 Gram di BRImo
Tim Geypens Kembali Boleh Bermain di Belanda, Izin Kerja Berlaku Hingga 2031
Pemerintah Pantau Ketat Dampak Gejolak Harga Global ke Bahan Baku Plastik
Lalu Lintas Udara Indonesia Tumbuh 5% di Kuartal I 2026