MURIANETWORK.COM - Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan alasan di balik rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dan pick up 4x4 dari India senilai Rp24,66 triliun. Pengadaan besar-besaran ini ditujukan untuk mendukung operasional logistik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurut Joao, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tiga faktor utama: harga yang kompetitif, kualitas yang memadai, dan ketersediaan produk serupa di pasar domestik.
Harga Kompetitif Jadi Pertimbangan Utama
Dalam paparannya, Joao menekankan bahwa faktor biaya menjadi penentu krusial. Kendaraan dari India dinilai menawarkan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan produk sejenis dari pabrikan lain. Hematnya, penghematan yang didapat hampir mencapai 50 persen. Hal ini dianggap sangat sesuai dengan kondisi anggaran program Kopdes Merah Putih yang memiliki keterbatasan finansial.
“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” jelas Joao dalam keterangan persnya, Minggu (22/2/2026).
Lebih lanjut, Joao berargumen bahwa strategi ini merupakan langkah cerdas untuk memaksimalkan dampak program. Dengan dana yang terbatas, mendapatkan produk berkualitas baik dengan harga terjangkau dinilai sebagai solusi yang tepat untuk kepentingan masyarakat.
Artikel Terkait
Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kunjungan Wisman Naik 13,37% pada Februari 2026
Aturan WFH ASN Berlaku, Kantor Imigrasi Tetap Buka Penuh
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO