Pesulap Tarno Terjerat Masalah Hukum, Terhalang Biaya untuk Lapor Polisi

- Jumat, 10 April 2026 | 14:00 WIB
Pesulap Tarno Terjerat Masalah Hukum, Terhalang Biaya untuk Lapor Polisi

JAKARTA Hidup Pak Tarno belakangan ini berat. Uang Rp100 juta raib, mobil pun lenyap. Yang lebih menyakitkan, pesulap kondang itu mengaku tak sanggup membawa masalahnya ke pengadilan. Biaya, itulah yang membelenggu.

Lisa Karlina, salah satu istri Pak Tarno, mencoba menjelaskan dilema keluarga mereka. Sebenarnya, keinginan untuk melapor ke pihak berwajib sangat besar. Mereka ingin kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu diproses hukum. Tapi, niat itu mentok di soal dana.

"Kami lapor pengacara juga kan harus ada uang, sekitar Rp14 juta. Lah dari mana (duit) kita?"

Keluhnya itu disampaikan di Warakas, Jakarta Utara, dengan nada pasrah.

Kisah sialnya berawal di tahun 2024. Saat itu, seorang manajer berinisial N dipercaya membelikan sebuah mobil. Uang tunai Rp100 juta sudah diserahkan. Tapi, mobil yang dijanjikan tak pernah datang. Uangnya pun ikut menghilang, diduga dibawa kabur oleh si manajer.

Belum selesai urusan yang satu itu, masalah lain datang bertubi. Mobil kedua Pak Tarno tiba-tiba saja jadi masalah. Sopirnya, berinisial S, diduga menggadaikan kendaraan itu tanpa izin bersama seorang rekan. Padahal, mobil itulah andalan Pak Tarno untuk mobilitas sehari-hari.

Menurut penuturan Lisa, awalnya nilai gadainya kecil. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba jumlahnya melonjak drastis hingga puluhan juta. Alhasil, tagihan dari perusahaan leasing pun datang menggedor-gedor pintu.

Di tengah situasi serba sulit ini, manajer Pak Tarno yang sekarang, Laura, mengaku hanya bisa berusaha seadanya. Upaya mereka terbatas, tanpa dukungan jalur hukum yang resmi. Semua dilakukan sebisanya, dengan cara mereka sendiri.

Akibatnya, Pak Tarno seperti tak punya pilihan. Dia memilih untuk pasrah, meski hati kecilnya tentu sakit. Kerugian materi yang dideritanya tidak sedikit, namun jalan untuk memperjuangkan keadilan terasa tertutup. Meski begitu, harapan kecil masih tersisa. Dia berharap keadaan bisa berbalik baik. Dan satu keinginan sederhana: bisa punya kendaraan lagi agar aktivitasnya kembali normal seperti dulu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar