Sebagai Menkumham yang juga bagian dari Komite Reformasi Polri, Yusril menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ia mengaku merasa prihatin sekaligus menyesalkan insiden memilukan ini bisa terjadi.
"Saya pribadi maupun sebagai Menko Kumham Imipas yang juga menjadi anggota Komite Reformasi Polri sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa ini terjadi," ungkapnya.
Kronologi Insiden Memilukan
Peristiwa naas ini terjadi pada Kamis (19 Februari 2026) pagi. Korban, AT (14), bersama kakaknya melintasi jalan menurun di sekitar RSUD Maren dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Kondisi jalan yang menurun diduga membuat kendaraan korban sulit dikendalikan, namun justru membuatnya dituding terlibat balap liar oleh aparat yang sedang bertugas.
Menurut kesaksian Nasri Karim (15), kakak korban, tindakan kekerasan terjadi secara tiba-tiba dan brutal. Saat korban masih berada di atas motornya, oknum Brimob tersebut langsung melayangkan pukulan.
"Brimob itu langsung melompat dan melayangkan pukulan ke arah dahi korban menggunakan helm," tutur Nasri Karim, Sabtu (21/2/2026).
Pukulan keras itu menyebabkan korban kehilangan kendali atas motornya dan tersungkur di jalan raya. Kondisinya langsung parah, dengan darah yang mengucur dari hidung dan mulutnya, mengawali tragedi yang berakhir dengan kehilangan nyawa.
Artikel Terkait
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions