Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS

- Jumat, 10 April 2026 | 05:55 WIB
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS

Hingga kini, Komnas HAM masih menunggu. Mereka belum mendapat konfirmasi apakah empat prajurit TNI yang jadi tersangka kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus, bakal hadir untuk diperiksa. Jadwal pemeriksaan terhadap keempatnya pun masih belum jelas.

"Belum ada konfirmasi kehadiran. Kita juga belum dapat jadwal dari pihak TNI, jadi kita masih menunggu," ujar Saurlin P. Siagian, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, pada Jumat (10/4/2026).

Saurlin enggan membeberkan detail apa saja yang akan ditanyakan nanti. Fokus mereka saat ini cuma satu: menunggu para tersangka itu muncul.

"Substansinya belum bisa kita bagi. Untuk rencana tindak lanjut, kita lihat dan tunggu dulu saja," tambahnya singkat.

Rencana Komnas HAM sebenarnya sudah diumumkan sebelumnya. Di awal Maret, lembaga itu menyatakan akan memanggil dan meminta keterangan keempat anggota TNI tersebut. Mereka juga berencana mendalami barang bukti dan menghadirkan saksi ahli.

"Komnas HAM berencana meminta keterangan kepada keempat orang tersangka dan pihak lainnya, meminta keterangan ahli, melakukan pendalaman barang bukti," kata Saurlin pada wartawan, Jumat (3/3).

Untuk mewujudkan rencana itu, sebuah surat resmi pun telah dikirimkan ke markas besar TNI.

Kasusnya sendiri bermula pada Kamis (12/3) malam, ketika Andrie Yunus disiram air keras. Tak lama setelah kejadian, Puspom TNI bergerak cepat. Mereka menetapkan dan menangkap empat orang yang diduga kuat sebagai pelakunya.

Yang menarik, keempatnya ternyata sama-sama bertugas di Denma Bais TNI, dengan perwira dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI," jelas Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto dalam sebuah konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).

Nah, sekarang semua mata tertuju pada langkah TNI selanjutnya. Kapan mereka memenuhi panggilan Komnas HAM? Itu yang masih jadi tanda tanya besar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar