MURIANETWORK.COM - Perjanjian tarif baru antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, dipandang sebagai peluang signifikan untuk mendorong ekspor dan menciptakan lapangan kerja. Kesepakatan ini memberikan tarif preferensial sebesar 19 persen, dengan pengecualian tarif 0 persen untuk 1.819 produk Indonesia, mencakup komoditas utama seperti minyak sawit mentah (CPO), kopi, kakao, tekstil, hingga komponen elektronik dan pesawat terbang.
Dampak Langsung pada Industri Padat Karya
Analisis dari para ekonom menunjukkan bahwa sektor-sektor yang selama ini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar akan merasakan manfaat paling awal. Insentif tarif nol persen ini diharapkan dapat langsung meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS, yang berimbas pada peningkatan volume ekspor.
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, menjelaskan potensi positif tersebut. “Dari sektor padat karya seperti tekstil, elektronik, coklat, kopi, CPO, furnitur, karet, sepatu dan lain-lain, banyak yang mendapatkan tarif nol persen. Ini berpotensi meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja, minimal mempertahankannya,” ungkapnya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, peningkatan permintaan dari pasar AS berpotensi mendorong ekspansi produksi di dalam negeri. Dalam situasi ekonomi global yang masih penuh tantangan, momentum ini bisa menjadi penopang vital bagi industri manufaktur yang berorientasi ekspor.
Persaingan Tetap Ketat Meski Ada Insentif
Namun, optimisme tersebut perlu disertai dengan kewaspadaan. Wijayanto mengingatkan bahwa keuntungan tarif ini bukanlah jaminan mutlak untuk menguasai pasar. Daya saing Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebijakan tarif yang juga diberikan AS kepada negara-negara pesaing ekspor di kawasan Asia.
Artikel Terkait
BNN Temukan Kandungan Narkotika dalam Cairan Vape, Usulkan Pelarangan
Kejati DKI Geledah Kantor KemenPU, Menteri Dody Mengaku Tak Diberi Penjelasan
AS Pertahankan Armada di Iran Meski Gencatan Senjata, Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Dilanggar
Meta Luncurkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Gantikan Llama di Semua Produk