MURIANETWORK.COM - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan optimisme terhadap perekonomian nasional, dengan pertumbuhan yang diperkirakan tetap kuat hingga tahun 2026 meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global. Proyeksi ini didasarkan pada momentum pertumbuhan yang solid di tahun 2025 dan didukung oleh sejumlah faktor pendorong domestik yang berkelanjutan.
Proyeksi Optimistis di Tengah Tantangan Global
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara resmi mengumumkan prakiraan tersebut dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19 Februari 2026). Lembaga otoritas moneter itu memandang ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh dalam rentang 4,9 hingga 5,7 persen (year-on-year) pada tahun 2026. Angka ini melanjutkan tren peningkatan dari perkiraan pertumbuhan 5,03 persen di 2024 dan 5,11 persen di 2025.
Perry Warjiyo menegaskan bahwa optimisme ini bukan tanpa dasar, melainkan berlandaskan pada sinergi kebijakan yang komprehensif.
Artikel Terkait
Foxconn Catat Lonjakan Pendapatan 30% Didorong AI, tapi Waspadai Ancaman Geopolitik
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah