Dini hari tadi, suasana Jakarta Timur tak seperti biasa. Patroli gabungan Brimob dan Samapta Polda Metro Jaya terlihat intens berkeliling. Ini semua bagian dari Operasi Pekat Jaya 2026, sebuah langkah besar untuk mengamankan wilayah sekaligus mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
Semuanya berawal dari apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Dir Samapta, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo. Usai apel, barisan panjang personel langsung bergerak, melakukan patroli skala besar bersama jajaran Polres Metro Jakarta Timur. Menurut rilis yang beredar Sabtu (31/1/2026), operasi ini memang sengaja digelar di jam-jam sepi.
Fokusnya jelas. Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menyebut patroli ini menarget pencegahan tawuran, balap liar, plus kejahatan jalanan yang kerap mengganggu. Mereka menyisir titik-titik rawan seperti Jatinegara, Pulogadung, hingga Cakung. Tak ketinggalan Cawang, Matraman, Kebon Pala, serta dua jalur utama: Jalan Pemuda dan Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Dan aksi mereka membuahkan hasil nyata. Di Jalan Pemuda, aksi balap liar yang sedang berlangsung berhasil dibubarkan. Kendaraan yang dipakai diboyong ke Polsek Pulogadung. Patroli juga berhasil menggagalkan potensi tawuran dengan mengamankan sejumlah senjata tajam. Barang bukti itu kini disimpan di Polsek Kebon Sereh untuk penyelidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Stadion GHAS Padang Siap Direhab Total, Semen Padang Siap Jadi Tim Musafir
Jokowi Sambut Rakernas PSI dengan Passapu dan Tarian Bugis di Makassar
Di Balik Tunjangan dan Sertifikasi, Perlindungan Guru Masih Terabaikan
Hujan Deras Lumpuhkan Tiga Rute Transjakarta, Genangan Hingga 40 Cm Paksa Pengalihan