Ramadan Akan Dijalani Dua Kali dalam Setahun Masehi pada 2030

- Kamis, 19 Februari 2026 | 03:15 WIB
Ramadan Akan Dijalani Dua Kali dalam Setahun Masehi pada 2030

Peristiwa ini tidak hanya unik dari segi penanggalan, tetapi juga membawa variasi dalam praktik ibadah, terutama terkait durasi puasa.

Dampak terhadap Lamanya Waktu Berpuasa

Posisi Ramadan yang bergeser melintasi musim menyebabkan durasi puasa harian bervariasi di berbagai belahan dunia. Saat ini, bagi negara-negara di belahan bumi utara, Ramadan jatuh pada bulan-bulan dengan siang yang lebih pendek, sehingga waktu menahan lapar dan dahaga relatif lebih singkat.

Sebaliknya, bagi komunitas Muslim di belahan bumi selatan, mereka justru menjalani puasa dengan hari yang lebih panjang. Pada 2030, Ramadan pertama akan berlangsung di puncak musim dingin untuk wilayah utara, menawarkan durasi puasa yang lebih ringan. Sementara Ramadan kedua di akhir tahun akan mendekati titik balik matahari musim dingin lagi, menunjukkan pola peralihan yang terus berlanjut.

Fenomena ini, meski terdengar luar biasa, sebenarnya adalah sebuah kepastian ilmiah dari mekanisme langit. Bagi umat Islam, ini menjadi pengingat akan keagungan ciptaan Allah dan kesempatan yang amat istimewa untuk meraih berkah dua kali dalam hitungan tahun Masehi.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar