Di tengah Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani daerah-daerah yang porak-poranda akibat bencana di Sumatera. Harapannya jelas: kehidupan warga di sana bisa pulih dan kembali normal secepat mungkin.
“Akses jalan darat sebagian besar telah pulih,” ujarnya.
Namun begitu, Prabowo mengakui bahwa tantangan belum sepenuhnya berakhir. “Memang ada wilayah-wilayah tertentu yang masih terisolasi,” tambahnya. Ia pun meminta kesabaran semua pihak, karena pemulihan total bukan perkara singkat.
“Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin, mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal,” sambungnya.
Di sisi lain, penyaluran bantuan terus digenjot. Tak cuma logistik, pemerintah pusat juga sudah mengucurkan anggaran darurat. Prabowo rinci, setiap gubernur di daerah terdampak langsung diperintahkan mengirim dana operasional taktis senilai Rp 20 miliar.
“Semua bupati/wali kota di 52 kabupaten/kota yang terdampak langsung saya kirim Rp 4 miliar,” jelasnya.
Upaya penanganan ini juga didukung oleh gelaran pasukan keamanan dalam skala besar. Menurut Prabowo, lebih dari 50.000 personel TNI dan Polri telah dikerahkan di lapangan.
“50.000 itu setingkat 50 batalion sudah dikerahkan di daerah terdampak,” katanya.
Menyikapi isu yang menyebut negara lamban merespons, Prabowo menanggapi dengan santai namun tegas. “Kalau dibilang negara tidak hadir, ah, ya, kita waspada saja, ya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Ekonom UGM Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bukan Sekadar Perdagangan, Melainkan Ancaman Penjajahan Modern
Sulsel Dominasi Kejurnas Akuatik 2026 dengan 8 Medali Emas
Persiba Balikpapan Selamat dari Degradasi Usai Kalahkan Persekat Tegal 2-1 di Laga Panas Penuh Kontroversi
Persik Kediri Hajar Semen Padang 3-0 di Kandang, Perpanjang Derita Tim Terdegradasi