Hujan deras yang mengguyur tanpa henti akhirnya memicu bencana di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor. Tanah tak lagi mampu menahan beban, dan longsor pun terjadi, mengancam pemukiman warga.
Menurut keterangan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, pada Selasa (13/1/2026), hujan dengan intensitas lama itulah biang keroknya.
"Dikarenakan dampak dari hujan dengan intensitas yang cukup lama sehingga mengakibatkan tanah mengalami longsor di beberapa titik pemukiman rumah warga dengan ukuran longsoran bervariatif,"
Peristiwa yang terjadi Senin (12/1) kemarin itu melanda empat kampung sekaligus: Banar, Pasir Kupa, Kebon Kanas, dan Cangcorang Lebak. Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Adam Hamdani membeberkan detailnya. Di Kampung Banar dan Pasir Kupa, masing-masing satu rumah rusak sedang. Situasi lebih parah terjadi di Cangcorang Lebak, di mana satu rumah dinyatakan rusak berat. Sementara itu, di Kebon Kanas, kerusakannya tergolong ringan.
Namun begitu, ancaman belum benar-benar berakhir. Adam menyebut setidaknya enam unit rumah lain masih dalam kondisi terancam tiga di Banar dan tiga lagi di Cangcorang Lebak.
Kabarnya, tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Meski demikian, dua keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Korban mengungsi di Kampung Banar satu keluarga dan di Kampung Cangcorang Lebak satu keluarga,"
imbuhnya.
Bukan cuma rumah penduduk yang jadi sasaran. Bagian belakang sebuah majelis taklim juga tertimpa material longsor. Jalan setapak warga pun tak luput, mengalami retak dan amblas sekitar 15 meter.
Saat ini, proses pembersihan material longsor sedang dilakukan. Tim di lapangan juga memasang penopang dari potongan bambu sebagai upaya darurat. Tujuannya jelas: mencegah longsoran meluas, terutama mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi.
Artikel Terkait
MUI dan Dubes Saudi Bahas Dampak Global Konflik Timur Tengah di Jakarta
Israel Hancurkan Jembatan Vital Penghubung Tyre-Sidon di Lebanon Selatan
Tujuh Dapur Gizi di Manokwari Masih Ditangguhkan Gara-gara IPAL Tak Standar
Debat Panas Warnai Evaluasi Prolegnas 2026, RUU Migas Jadi Pemicu Kericuhan