Keberhasilan ini, menurut penjelasan Menag, tidak lepas dari kerja keras tim relawan Kementerian Agama di lapangan. Mereka melakukan mobilisasi yang responsif, mulai dari membangun ruang kelas darurat hingga memberikan bantuan langsung bagi pengelola rumah ibadah.
Usulan Anggaran untuk Rekonstruksi Menyeluruh
Meski progres pemulihan terpantau baik, pemerintah menyadari masih ada pekerjaan rumah untuk rehabilitasi menyeluruh. Untuk menangani kerusakan yang lebih berat dan melakukan relokasi di titik rawan, diperlukan pendanaan yang memadai.
Kementerian Agama telah mengusulkan dukungan anggaran melalui instrumen Rincian Output (RO) Khusus Direktif Presiden senilai Rp702,98 miliar. Anggaran yang bersumber dari Rupiah Murni ini rencananya akan dialokasikan untuk merehabilitasi gedung madrasah, pesantren, dan rumah ibadah yang masih mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Menag menekankan pentingnya akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam penggunaan dana tersebut.
Langkah ini menunjukkan upaya strategis tidak hanya untuk memulihkan, tetapi juga membangun ketangguhan infrastruktur keagamaan dan pendidikan di daerah yang rentan bencana di masa mendatang.
Artikel Terkait
Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin
Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta