Udara panas Kota Tua Jakarta sepertinya tak menyurutkan semangat para wisatawan yang memadati kawasan itu selama libur Paskah kemarin. Dari tanggal 3 sampai 5 April 2026, suasana riuh rendah pengunjung justru jadi berkah tersendiri bagi para pemilik usaha sewa sepeda ontel. Omzet mereka melonjak, jauh di atas angka yang biasa mereka raih di hari-hari biasa.
Cepi, salah satu penyewa sepeda di sana, mengaku jumlah pelanggannya naik drastis. "Lebih, kita bisa dibilang tiga kali lipat," ujarnya saat ditemui Minggu (5/4) lalu.
Menurutnya, pengunjung yang ingin bersepeda memang jauh lebih banyak.
Secara rinci, Cepi membeberkan perbedaan pendapatannya. Di akhir pekan biasa, ia bisa mengantongi sekitar Rp400 ribu per hari. Tapi saat libur panjang seperti ini, angka itu bisa merangkak naik sampai Rp500 ribu bahkan Rp600 ribu. "Tapi itu masih kotor," jelasnya cepat. Masih ada pengeluaran untuk makan dan perawatan sepeda yang harus dipotong dari jumlah tersebut.
Di sisi lain, usaha seperti ini ternyata punya sistem yang cukup tertata. Mereka beroperasi di bawah naungan Paguyuban Komunitas Ontel Kota Tua. Meski sepeda yang disewakan adalah milik pribadi masing-masing anggota, mereka saling bantu. Kalau satu orang kehabisan unit, penyewa akan dialihkan ke anggota lain yang masih punya stok sepeda. Kerja sama yang sederhana, tapi efektif.
Untuk tarifnya sendiri, standar sewa per unit adalah Rp25 ribu. Dengan uang segitu, kamu bisa mengayuh selama setengah jam dan dapat topi sebagai pelengkap. Cukup terjangkau untuk sekadar menikmati suasana tempo doeloe.
Namun begitu, ada juga pilihan paket yang lebih komplet. Dengan merogoh kocek Rp100 ribu per sepeda, pengunjung bisa ikut tur wisata selama sekitar dua jam. Rutenya mengelilingi lima spot bersejarah ikonis, seperti Sunda Kelapa, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Jembatan Kota Intan, dan Toko Merah. Yang menarik, paket ini sudah termasuk ditemani pemandu yang akan cerita serba-serbi tempat-tempat tersebut.
Jadi, liburan panjang itu bukan cuma tentang bersantai. Bagi para pelaku usaha kecil seperti Cepi dan kawan-kawannya, itu adalah momen emas yang dinanti-nantikan.
Artikel Terkait
Ledakan Reaktor Polyester di Pabrik Kimia Cilegon Lukai Dua Karyawan
Presiden Teken Perpres PSEL Rp78 Triliun di Tengah Darurat Sampah, Pengamat Nilai Kebijakan Justru Ciptakan Insentif Agar Volume Sampah Tetap Tinggi
PLN Sebut Cuaca Buruk Picu Blackout di Sumatera, Pengamat Apresiasi Keterbukaan Informasi
Masjid Istiqlal Siapkan Tujuh Kantong Parkir untuk 1.000 Mobil Antisipasi Lonjakan Jemaah Salat Iduladha