Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara

- Senin, 06 April 2026 | 00:00 WIB
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara

Bitung, TVRINews

Gempa besar itu sudah berlalu, tapi dampaknya masih terasa. Tiga hari pasca bencana mengguncang, situasi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara ternyata berbeda jauh. Di satu sisi, ada yang sudah berani pulang. Di sisi lain, rasa takut masih mengganjal di hati sebagian warga.

Abdul Muhari dari BNPB bilang, kondisi di Bitung dan Minahasa sudah mulai kondusif. “Pengungsi di Bitung dan Minahasa sudah kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi yang sudah kondusif,” katanya lewat keterangan tertulis, Minggu (5/4).

Artinya, sejak Sabtu kemarin, banyak warga di sana yang memutuskan meninggalkan tenda-tenda pengungsian. Mereka kembali ke rumah, meski mungkin hati masih was-was.

Tapi ceritanya lain di Maluku Utara. Memang, sebagian orang sudah pulang. Namun, tak sedikit juga yang ogah. Trauma akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter itu rupanya masih kuat. Mereka lebih memilih bertahan di tempat pengungsian, sekadar untuk merasa lebih aman. Belum lagi soal komunikasi yang terputus di beberapa titik, yang bikin proses pendataan dan koordinasi jadi tak mudah.

Di tengah situasi itu, tim BNPB sudah turun langsung ke lokasi. Mereka memantau, mengevaluasi, memastikan bantuan sampai. Pemerintah pun menjamin kebutuhan dasar makanan, tempat tinggal sementara, dukungan logistik tetap akan mengalir.

Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah mengarahkan agar bantuan tak hanya sekadar makanan. Peralatan kebencanaan, personel tambahan, sampai anggaran darurat juga disiapkan. Semua dikerahkan untuk meringankan beban korban.

Hingga saat ini, pendataan masih terus berjalan. Tim gabungan berusaha menjangkau semua wilayah terdampak, agar tidak ada satu pun warga yang terlewat dari bantuan.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, tapi waspada. Gempa susulan masih mungkin terjadi. Mereka juga meminta warga mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan pihak berwenang setempat. Langkah bersama, kata mereka, adalah kunci menghadapi masa-masa sulit ini.

Disusun oleh Christhoper Natanael Raja. Disunting oleh Redaksi TVRINews.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar