MURIANETWORK.COM - Disney secara resmi menuduh ByteDance, induk perusahaan TikTok, menggunakan konten berhak ciptanya tanpa izin untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) pembuat video, Seedance 2.0. Tuduhan ini disampaikan melalui surat peringatan yang dikirimkan ke ByteDance, menyusul viralnya sejumlah video yang dihasilkan platform tersebut yang menampilkan karakter ikonik seperti dari Marvel dan Star Wars.
Surat Peringatan dan Tuduhan Pelanggaran
Menurut informasi yang beredar, surat dari Disney itu secara spesifik menuduh Seedance 2.0 telah mereproduksi, mendistribusikan, dan bahkan menciptakan karya turunan yang menampilkan karakter-karakter milik Disney. Langkah hukum ini menandai ketegangan terbaru antara pemegang hak cipta konten kreatif dengan pengembang teknologi AI generatif yang berkembang pesat.
Menanggapi hal ini, ByteDance menyatakan komitmennya untuk memperkuat fitur pengamanan pada Seedance 2.0. Perusahaan asal China itu berjanji akan mencegah penggunaan tanpa izin terhadap karakter berhak cipta dan gambar selebriti di platform mereka.
“Kami berjanji memperkuat fitur pengamanan pada Seedance 2.0 untuk mencegah penggunaan tanpa izin karakter berhak cipta dan gambar selebriti,” jelas perwakilan ByteDance.
Tidak Hanya Disney, Paramount Juga Melayangkan Tuduhan
Gelombang kekhawatiran dari industri hiburan ternyata tidak hanya datang dari Disney. Studio besar lain, Paramount Skydance, juga dikabarkan telah mengirimkan surat peringatan serupa kepada ByteDance. Dalam suratnya, Paramount menilai tindakan yang dituduhkan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kekayaan intelektual yang mereka miliki.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura