Angka produksi gula nasional untuk tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Tercatat, produksi mencapai 2,67 juta ton. Angka ini setara dengan 97,54 persen dari target yang ditetapkan. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melihat tren kenaikan ini sebagai fondasi yang kokoh. Fondasi untuk menuju swasembada gula yang selama ini diidamkan. “Swasembada gula adalah keharusan,” tegas Amran dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Dia menjelaskan, pemerintah tak main-main. Fokusnya kini pada peningkatan produktivitas tebu, perluasan lahan, penyediaan benih unggul, dan tak ketinggalan, modernisasi industri gula secara menyeluruh.
Pencapaian gula ini tentu berjalan beriringan dengan kinerja di hulu. Produksi tebu nasional sendiri melonjak hingga 39,07 juta ton di tahun yang sama. Rata-rata produktivitasnya pun tak kalah impresif, yakni 69,35 ton per hektare. Bahkan, angka ini berhasil melampaui target yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan. Sebuah bukti nyata bahwa intervensi pemerintah di lapangan mulai membuahkan hasil.
Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, membeberkan kunci keberhasilan ini. Menurutnya, ada beberapa program strategis yang jadi motor penggerak.
Artikel Terkait
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini
Keluarga Ungkap Riwayat KDRT dan Keguguran Berulang Anggi, Korban Pembunuhan Mantan Suami Siri