Suasana di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu malam itu, benar-benar meriah. Como 1907 baru saja menghajar Pisa dengan skor telak 5-0. Tapi di balik sorak-sorai suporter, ada nuansa lain yang terasa. Pelatih Cesc Fabregas, usai laga, justru bicara tentang seorang yang tak hadir secara fisik: mendiang Michael Bambang Hartono.
Bagi Fabregas, tiga poin ini jelas penting. Posisi empat klasemen dengan 57 poin membuat mimpi Liga Champions 2026-2027 semakin nyata. Namun begitu, target kompetisi itu bukanlah hal utama yang ia pikirkan malam itu.
"Hari ini adalah kemenangan yang penting karena kami telah kehilangan sosok penting bagi dunia Como," ujar Fabregas.
Ia lalu melanjutkan dengan nada yang lebih personal. Visinya tentang klub ini rupanya lebih dari sekadar papan klasemen.
Artikel Terkait
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini
Keluarga Ungkap Riwayat KDRT dan Keguguran Berulang Anggi, Korban Pembunuhan Mantan Suami Siri