Kekalahan Mengejutkan Garuda Muda, Pengamat Soroti Skema yang Tak Jelas

- Selasa, 09 Desember 2025 | 15:55 WIB
Kekalahan Mengejutkan Garuda Muda, Pengamat Soroti Skema yang Tak Jelas

JAKARTA – Kekalahan mengejutkan Timnas Indonesia U-22 dari Filipina di SEA Games 2025, Senin lalu, langsung memantik gelombang kritik. Laga di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai itu berakhir 0-1 untuk keunggulan Filipina, sebuah hasil yang jauh dari prediksi banyak pihak. Padahal, status Garuda Muda jelas lebih diunggulkan.

Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, tak menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, kekalahan ini sama sekali tidak pantas.

“Kekalahan yang tidak sepantasnya ditelan Indonesia. Penampilan tim U22 Indonesia tak memperlihatkan kesiapan layaknya sebuah tim yang akan bersaing dalam sebuah turnamen,”

Kesit menyampaikan itu kepada media, Selasa (9/12/2025). Ia melihat, meski statistik penguasaan bola mungkin menguntungkan Indonesia, nyatanya di lapangan ceritanya lain. Tim terlihat bingung, tanpa skema yang jelas.

Menurutnya, kreativitas di lini tengah hampir nihil. Para pemain bermain dengan gegabah, terburu-buru begitu masuk area lawan. Finishing pun berantakan, sehingga peluang demi peluang yang tercipta akhirnya menguap begitu saja.

“Padahal Indonesia menguasai pertandingan. Namun skema permainan tak jelas, miskin kreativitas, tidak tenang, buruk dalam finishing touch, serta tampak terburu-buru,”

jelasnya lagi.

Di sisi lain, Kesit justru angkat topi untuk permainan Filipina. The Azkals, yang datang tanpa beban status unggulan, tampil jauh lebih rapi dan disiplin. Mereka bertahan dengan solid, penuh determinasi, dan tahu persis bagaimana meredam setiap serangan Indonesia.

“Filipina bukan lawan istimewa, tapi mereka tampil lebih tenang dan lebih disiplin. Mereka punya semangat tinggi untuk mengalahkan Indonesia,” tuturnya.

Kekalahan ini jelas berdampak besar. Filipina malah melesat sebagai juara Grup C dan langsung melaju ke semifinal. Posisi Indonesia? Nah, ini yang jadi persoalan. Garuda Muda kini terperangkap dalam situasi sulit, harus berebut tiket runner-up terbaik jika ingin melanjutkan perjalanan.

Artinya, menang besar atas Myanmar di laga terakhir menjadi harga mati. Tapi itu belum cukup. Nasib mereka juga bergantung pada hasil di grup lain, sebuah kondisi yang tentu tidak ingin dihadapi tim manapun.

Tekanan kini kian membayang. Perjalanan di SEA Games 2025 ini benar-benar di ujung tanduk.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar