Di Yogyakarta, Senin (16/3), Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sebuah imbauan khusus. Khususnya untuk warga dan takmir masjid Muhammadiyah yang tinggal di Bali. Intinya, ia meminta agar takbir keliling dengan pengeras suara ditiadakan pada malam Idulfitri nanti.
Alasannya jelas. Tahun ini, Lebaran berbarengan dengan Hari Raya Nyepi. “Atas nama 'tasamuh' atau toleransi, untuk tidak melakukan takbir keliling,” tegas Haedar di kantornya, seperti dilaporkan Antara.
Menurutnya, langkah ini penting sebagai wujud saling menghormati. Ia menyarankan agar takbiran cukup dilaksanakan di dalam rumah masing-masing. Tujuannya, tak lain untuk menjaga kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalani Catur Brata penyepian. Suasana hening di Bali selama Nyepi, kata dia, perlu dihormati.
Soal salat Id sendiri, Haedar punya pandangan. Ia tetap mendorong agar salat Id dilaksanakan di lapangan terbuka jika memungkinkan. Namun begitu, tak masalah jika akhirnya harus pindah ke dalam masjid, yang penting fleksibel sesuai kondisi di lapangan.
Ada satu hal lagi yang ditekankannya. Yakni menyikapi potensi perbedaan penentuan 1 Syawal. Ia berharap masyarakat bisa bersikap bijak, apapun keputusan nanti.
“Pada substansinya, mari Idul Fitri ini, baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali dan mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama,” ujar Haedar.
Pesan akhirnya jelas: momentum ini harusnya memperkuat kerukunan, bukan malah memicu perpecahan. Bagi Haedar, ini saatnya nilai-nilai luhur agama benar-benar hidup, mulai dari lingkup keluarga hingga kehidupan berbangsa.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi